Sunday, May 8, 2016

Mengapa Harus Ikut Boikot AADC 2?





So, apparently, ada seseorang mengaku Islami yang mengajak kita untuk memboikot Ada Apa dengan Cinta 2. Ia kemudian mengajak kita untuk menonton film-film islami. Tidak hanya itu, dalam tulisannya, ia juga menyebutkan bahwa ketenaran Aa Gym jatuh bukan karena sang ustadz berpoligami, namun karena memang dijatuhkan para pegiat seni liberal.

Tentu saja hal ini diamini banyak orang. Karena siapa tahu dengan mengamini tulisan tersebut, mereka akan otomatis masuk surga dan mendapt ridho-Nya. Tentunya mereka juga akan lebih percaya bahwa ada yang coba menghancurkan agamanya dengan membuat popularitas ustadz kondang mereka jatuh; bukan karena sang ustadz lebih mementingkan nafsu syahwat dan melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang ia dakwahkan.

Teori cocokologi ini memang sering digunakan oleh mereka yang merasa agamanya sedang diobrak-abrik. Padahal, agamanya hancur oleh kelakuan pengikutnya sendiri; yang sok suci, namun berlaku tidak seperti yang diajarkan agama.

Buruk muka cermin dibelah. Begitu peribahasanya.

Dalam hal ini, ia menyalahkan "film-film liberal" seperti Ada Apa dengan Cinta pertama dan kedua, juga Comic 8. Disebutnya kedua film itu memenangkan banyak penonton karena mempertontonkan aurat dan adegan ciuman.

Sementara "film-film non liberal" seperti Kalam-Kalam Langit, Dreams, Super Didi, Surat Cinta untuk Kartini gagal di pasaran karena mempertontonkan hal yang baik-baik.

Lewat statementnya tersebut, ia dengan jelas berpesan bahwa film liberal telah menang daripada film bermoral. Hell, kompetensi penonton bahwa penonton tahu film mana yang bagus dan mana yang jelek tidak dia singgung. Yang pasti, penonton itu tidak bermoral, karena lebih banyak memilih film seperti AADC atau Comic 8.

Jadi saat ada film yang menurutnya bermoral kalah dari film lain, maka film lain itu yang salah. Faktor film bermoral yang dia sebut memang tidak menarik, garing, buruk secara teknis, dan promosinya jelek tidak ia sebutkan. Again, salah film liberal, dan salah penonton yang menontonnya.

Jika memang ingin film bermoral menang di pasaran, buatlah film secara menarik sehingga bisa memberikan yang terbaik keapda penonton. 

Film bermoral seperti The Pursuit of Happyness, The Passion of the Christ, Ten Commandments, The Message, atau Woodlawn yg paling anyar sukses di Hollywood sana. Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, dan Laskar Pelangi juga sukses besar. Hingga tulisan ini dibuat, film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak masih dipegang judul terakhir yang saya sebut. Now, what's your excuse?

PS: jika memang ingin memboikot AADC 2, harusnya dilakukan dengan satu dan hanya satu alasan: enggak ada Ladya Cheryl.