Saturday, November 21, 2015

Soal Pilihan Baik

"What's wrong with the world, mama
People livin' like they ain't got no mamas
I think the whole world addicted to the drama
Only attracted to things that'll bring you trauma"*

Tragedi di Paris minggu lalu tentunya meninggalkan duka. Sedih. Marah. Rasa kesal yang entah ditujukan kepada siapa pasti muncul setelah mendengar kelakuan biadab itu.

Emosi semakin memuncak setelah kita tahu juga bahwa juga ada tragedi yang sama di Lebanon. Juga di Suriah. Belum lagi di Palestina dan negara-negara lain yang juga tengah berkonflik.

Bahwa akan selalu ada, sekelompok orang biadab yang merasa dirinya lebih baik dari kelompok lain. Dijanjikan surga. Dijanjikan tempat terbaik juga di dunia. Merasa paling benar. Paling hebat. Paling suci sehingga membunuh mereka yang menentang adalah suatu hal yang wajar. Biadab.

Menurut saya, yang menurut dosen saya bodoh, lupa ilmu, dan tidak bermartabat  karena terlalu lama jadi kuli, apa yang dilakukan para megalomania ini adalah suatu kejahatan yang harus dilawan bersama. Bahwa tidak boleh ada tempat untuk kekerasan di dunia ini. Sayangnya, tidak semua orang berpikiran sama dengan saya.

Jika dilihat di media sosial, khususnya lingkaran pertemanan saya, banyak yang melakukan hal lain. Mereka tidak mengutuk sama apa yang dilakukan teroris itu.

Mereka lebih memilih untuk mempermasalahkan hal lain. Mempermasalahkan kenapa kita harus berduka untuk Paris bukan Lebanon, Suriah, atau Palestina? Kenapa media tidak memberitakan kejadian di Lebanon, Suriah dan Palestina? Kenapa Facebook memasang filter avatar bendera Perancis, bukan Lebanon, Palestina, atau Suriah?

Menyedihkan. Menyedihkan bagaimana, teman-teman media sosial saya lebih mempermasalahkan hal-hal di atas. Padahal, bukan itu yang patut dipermasalahkan. Yang harus dipermasalahkan adalah, kenapa masih harus ada perang di dunia ini? Kenapa harus masih membunuh atas nama Tuhan? Kenapa kita tidak bisa berdamai dan melihat bahwa membunuh adalah hal yang salah?

Masalah yang selalu diungkit rekan media sosial di lingkaran saya sebenarnya hanya masalah pilihan. Tidak ada yang salah dengan berduka terhadap tragedi di Paris. Tidak ada yang salah jika kalian mau berduka untuk warga Lebanon, Palestina, atau Suriah.

Mendukung dan bersimpati terhadap Perancis? Silakan. Jangan dilarang dan dinyinyiri. Itu hal yang benar. Mengutuk tragedi di Timur Tengah? Silakan. Jangan diledek dan dipermasalahkan. Itu hal yang benar.

Tidak ada salahnya menyatakan dukungan terhadap Paris dengan memasang filter avatar berbendera Perancis. Karena itu hal yang benar. Mendukung dengan hal tersebut memberikan pesan moral bahwa warga Perancis tidak sendirian memerangi teror. Tidak salah juga kalau kalian mau melakukan hal yang sama dengan bendera Suriah, Lebanon, atau Palestina. That's the right thing to do. That's what we need. Support. And a message that we want to live in peace.

Memberikan dukungan terhadap kebaikan itu baik. Siapapun yang didukung. Ini hanya masalah pilihan. Dan pilihan atas kebaikan seharusnya tidak dipertanyakan. Kecuali oleh mereka yang mendengki.

Jadi, jika ada yang mempermasalahkan bentuk dukungan apapun terhadap negara yang tengah diliputi tragedi, saya mempertanyakan motifnya. Rasanya, mereka hanyalah orang yang ingin memperkeruh suasana.

"But if you only have love for your own race
Then you only leave space to discriminate
And to discriminate only generates hate
And when you hate then you're bound to get irate, yeah"*

PS: Yang bilang kalau gak ada media yang mengangkat konflik timur tengah (Suriah, Palestina, Lebanon) ini antara gak punya tv, radio, gak pernah baca koran, majalah, media online, atau memang cuma mau memperkeruh suasana sih. Hence, they are assholes.
.
.
.
Atau kebanyakan baca statusnya Jonru sama baca dakwah kompornya Felixsiauw

* Black Eyed Peas - Where Is the Love