Saturday, May 4, 2013

Alasan Mendukung Ayi-Nani atau Edi-Erwan

Jika saya disuruh memilih dari kedelapan pasang bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bandung periode 2013-2018, sudah dipastikan saya akan memilih calon petahana, baik itu Ayi Vivananda - Nani Rosada (AYAN) atau pun kang Edi Siswadi - Erwan Setiawan (kESET).

Bagi mereka yang tidak begitu mengenal nama-nama tersebut, Ayi Vivananda merupakan wakil wali kota Bandung 2008-2013, ia memenangkan pemilihan wali kota pada tahun 2008 saat berpasangan dengan Dada Rosada sang wali kota visioner. Dan Nani Rosada adalah istri sang wali kota tercinta.

Sementara itu, Edi Siswadi merupakan sekretaris daerah kota Bandung 2008-2013. Pasangannya, Erwan Setiawan, adalah ketua DPRD Kota Bandung 2008-2013. Dirinya juga merupakan anak dari salah satu tokoh terkenal di Bandung yang merupakan manajer klub sepak bola kebanggaan Bandung Persib, Umuh Muhtar. Biarpun begitu, Persib amat sangat dipastikan tidak akan dijadikan alat politik untuk mendukung pasangan ini.

Alasan saya lebih mendukung mereka dibandingkan dengan calon lainnya sebenarnya sederhana. Saya kagum dengan pencapaian program wisata kota Bandung yang mereka buat selama masa periode kepengurusannya.

Selama masa kepengurusannya, mereka benar-benar telah melakukan ide-ide yang luar biasa dalam perkembangan wisata kota Bandung. Ide-ide mereka tersebut sangat tidak biasa. Belum pernah saya melihat pemerintah suatu kota membuat sebuah wahana wisata dalam kota secara cuma-cuma. Maka dari itu, seluruh lapisan masyarakat kota Bandung maupun pedatang akan dapat merasakan wahana dalam kota tersebut.

Salah satu wahana wisata tersebut adalah wisata off-road dalam kota. Wisata off-road dalam kota ini membentang dari selatan hingga utara, dari barat hingga timur Kota Bandung. Seluruh jalan di Bandung, baik itu jalan utama ataupun jalan kecil, siap membuat para penggunanya memacu adrenalin saat menikmati wahana off-road tersebut. Wisata off-road ini juga tidak hanya dapat dinikmati oleh pengendara bermotor, namun juga para pejalan kaki yang akan menikmati sensasi berjalan di hutan saat ia berjalan di trotoar.


Tidak ada pemerintah kota lain yang memikirkan ide luar biasa ini. Tidak ada kota lain yang membiarkan jalanannya rusak. Namun, para pemimpin petahana tersebut membiarkan jalan dan trotoar sepanjang Bandung tersebut rusak selama bertahun-tahun tanpa perbaikan untuk kepentingan wisata kota Bandung. Cool!


Wisata dalam kota lainnya adalah wisata arung jeram. Jika cuaca sedang hujan dan anda berada di sekitar daerah utara kota Bandung seperti Dago atau Setiabudi, siapkan perahu karet dan nikmatilah wisata arung jeram dalam kota gratis ini. Drainase di Bandung seakan sengaja ditutup atau tidak diperbaiki agar volume air ketika hujan meningkat. Lagi-lagi, ini adalah ide brilian dari para pemimpin petahana tersebut.


Selain dua program wisata di atas, masih banyak lagi program-program wisata dalam kota yang dikembangkan selama 10 tahun kebelakang saat Bandung dipimpin Dada Rosada dan kawan kawan. Masih ada wisata gunung sampah dalam kota berupa bukit-bukit gunung di pinggiran jalan kota Bandung, wisata safari malam dalam kota (jalanan kota dibuat gelap seperti di hutan, tanpa lampu jalanan), juga wisata penghancuran gedung kuno bersejarah Bandung.

Program-program wisata tersebutlah yang membuat Bandung berbeda dari kota lainnya di dunia. Harusnya, pasangan lainnya malu akan pencalonan dirinya karena pastinya mereka bisa mematikan program-program wisata ini. Maka dari itu, menurut saya, adalah harga mati untuk mendukung kedua pasang calon petahana tersebut dalam pilwalkot Bandung 2013 ini. Bravo AYAN dan (k)ESET!

Gambar:
http://www.pikiran-rakyat.com/node/233355
http://www.pikiran-rakyat.com/node/233629
http://www.pikiran-rakyat.com/node/233715

9 comments:

  1. Weiiis gokil ini lah. Ditambah gambar penampakan wisata dalam kotanya nampaknya lebih seru, bang :)

    ReplyDelete
  2. nah betul sekali , jangan sampai deh calon yang lain menang , kalo calon lain menang bisa jadi jalanan kiara condong yang udah jadi maskot jadi rata ga bisa di pake "off road" lagi , padahal kan ini wahana gratis....Betul seperti akang diatas kayanya lebih menarik buar dikasih gambar hihihihi

    ReplyDelete
  3. Saya setuju sekali ! Ayo dukung mereka ! Iya nih, tinggal kurang foto2 nya aja biar semakin menarik dan bisa "mempromosikan" prestasi2 mereka :D

    ReplyDelete
  4. Mohon maaf tanpa mengurangi rasa hormat, kiranya kang ryan juga harus melihat hal ini dari sudut yang lain juga.
    Pemkot Bandung saat ini sedang melakukan tender untuk proyek perbaikan 340 ruas jalan yang rusak. Jadi bukan tidak diperhatikan apalagi di biarkan rusak. Proses tender harus dilakukan sesuai dengan ketentuan karena yang digunakan adalah dana APBD yang harus dipertanggungjawabkan tiadk saja secara faktual di lapangan tetapi juga secara admunistratif tidak boleh menyimpang dari prosedur yang ditetapkan.
    Kang Ryan sendiri pasti tahu dan mengerti soal ini.
    Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ciri khas semua pejabat incumbent memang seperti itu, ketika masa jabatan sudah akan berakhir (dan akan pemilu), baru mulai tender untuk program renovasi atau apapun, sehingga ketika pejabat baru naik (misal incumbent kalah) maka anggaran pertama yg harus dipertimbangkan adalah tagihan dari proyek2 pejabat lama (sistem project pada umumnya, pembayaran mengikuti progress sehingga beban pembayaran real oleh kas PemDa baru terasa ketika project sudah setengah jalan: ketika pejabat sudah berganti) sementara "komisi" pemenangan proyek sudah masuk duluan ke kantong pejabat lama.

      Kalo memang niat membenarkan, seharusnya dari tahun 2010 sudah bisa dimulai tender sehingga tahun 2011 project sudah dimulai dan di tahun 2013 (sekarang) sudah selesai. Bukan sekarang baru tender

      Delete
    2. Tender-tender. Tender kok udah dua tahun jalan masih rusak aja dan tambah parah. Itu tender apa deal-dealan mau mark up buat dikorupsi? Dodol. Sudah makan korban jiwa masih mau ngelama-lamain proses tender untuk kepentingan perut sama titit pemimpin-pemimpin di balai kota sana?

      Delete
    3. Setuju banget sama dua abang di atas saya.
      Yg saya heran knapa mesti ditunda-tunda, dan setau saya ini udah jadi permasalahan klasik, setiap tahun pasti aja rusak lagi, baru dibenerin, bntar-bntar udah rusak.

      Delete
  5. hahhaha..keren lah yeaaa idenya :p

    ReplyDelete
  6. alasan mengapa perataan jalan tdk dilakukan dgn cepat:
    - tergesa tender komisi kecil gak cukup buat bekal pensiun
    - jalan rata membahayakan masyarakat krn pengendara ngebut, komisi spbu turun krn konsumsi bbm berkurang, mengurangi kesempatan usaha para gepeng dll

    ReplyDelete