Monday, January 21, 2013

Amerikanisasi Lewat Power Ranger

Bagi kalian yang dibesarkan oleh acara tv tahun 1990an, masih ingat serial tv Mighty Morphin' Power Ranger? Saya, entah kenapa, senang sekali menonton serial tv ini. Mungkin karena ada robotnya, atau mungkin karena saya ingin bisa membela kebenaran, atau juga mungkin hanya agar punya bahan obrolan dengan teman-teman lain yang suka menonton acara itu juga.

Tapi itu dulu. Sekarang sih tidak. Sekarang saya malah sering mempertanyakan beberapa hal detil di film tersebut yang, saat ini, membuat saya terganggu. Tentang pewarnaan karakter misalnya. Saya belakangan iseng mellihat hubungan pewarnaan karakter MMPR ini dengan hal lain, seperti lambang Olimpiade.

Lambang Olimpiade

Lambang Olimpiade tersebut nampaknya sedikit banyak berhubungan dengan para karakter di acara MMPR. Konon katanya lambang tersebut menyimbolkan ke lima benua di dunia yang ikut meramaikan Olimpiade; Asia, Eropa, Afrika, Australia, dan Amerika (utara dan selatan).

Nah, Power Ranger di MMPR itu terdiri atas lima karakter utama. Ada Jason, Zack, Billy, Trini, dan Kimberly. Jason adalah ranger Merah si pemimpin ranger. Zack adalah ranger Hitam si kuat, Billy adalah ranger Biru si pintar. Trini adalah ranger Kuning si cepat. Terakhir, Kimberly adalah ranger Pink si sempurna. Tidak ketinggalan, ada juga tambahan Tommy si ranger Hijau yang juga merupakan rival Jason.

Jadi, selain warna pink, semua ranger di sana memiliki warna yang sama dengan rantai simbol Olimpiade. Seperti biasa, analisis iseng saya suka muncul kalau begini. Jadi, bahas satu-satu yuk..



Zack - Ranger Hitam
Zack si ranger hitam diperankan oleh aktor berkulit gelap keturunan Afro-amerika. Hal ini jadi menarik karena konon, cincin berwarna hitam di lambang Olimpiade adalah representasi dari benua Afrika, yang kebanyakan berpenduduk berkulit gelap. Jangan lupa, Zack adalah karakter yang unggul dalam kekuatan fisik dibandingkan teman-teman lainnya, dan terkadang orang berkulit gelap asal Afrika digambarkan seperti itu.

Trini - Ranger Kuning
Trini si ranger kuning diperankan oleh aktris asal Vietnam. Trini digambarkan sebagai perempuan keturunan Asia, benua yang direpresentasikan oleh cincin berwarna kuning pada simbol Olimpiade. Warga Asia, khususnya indochina, juga sering disebut orang berkulit kuning. Trini pun digambarkan sebagai karakter yang gesit dan juga pintar dalam teknologi, seperti stereotip banyak orang AS terhadap orang Asia.

Billy - Ranger Biru
Billy si ranger biru digambarkan sebagai orang yang 'nerd' atau aneh tapi pintar. Jika dihubungkan dengan lambang Olimpiade, warna biru merupakan representasi dari benua Eropa. Agak sulit melihat hubungan antar keduanya, sampai saya menyadari bahwa karakter si ranger biru bernama Bill yang merupakan kependekan dari nama William, nama khas bangsawan Eropa khususnya Inggris. And again.. he is nerd and weird.

Jason - Ranger Merah
Merah pada lambang Olimpiade adalah representasi benua Amerika. Jason si ranger merah adalah si pemimpin ranger yang digambarkan dengan sifat dan fisik yang sempurna. Fisiknya kuat, pintar, cerdas, dan paling berpengaruh di antara ke lima ranger. Well.. cukup jelas, kan?

Tommy - Ranger Hijau
Sedangkan Tommy si ranger hijau digambarkan sebagai salah seorang anak baru dan langsung menjadi rival utama Jason. Tommy digabarkan punya kemampuan yang sama dengan Jason, tapi ya tidak bisa mengalahkan Jason. Well, cincin hijau di lambang Olimpiade konon representasi benua Australia. Australia sendiri terkadang sering disebut mirip dengan AS, namun tidak pernah bisa menyaingi AS. Padahal sebenarnya AS dan Australia itu jauh banget bedanya.

Kimberly - Ranger Pink
Kimberly si ranger pink ini adalah satu-satunya ranger yang warna karakternya tidak ada di lambang Olimpiade. Kimberly adalah seorang cheerleader yang pintar dan cantik. Ia pernah diculik musuh dan mengharuskan temen-temennya untuk menyelamatkannya. Sepertinya, dia itu representasi perempuan AS yang sempurna dan harus dijaga. And one American in an American show is not enough, rite?

***

Kalau melihat secara keseluruhan analisis mengarang bebas saya di atas, terlihat bahwa acara ini sebenarnya adalah gambaran bagaimana orang AS melihat dunia. Bagaimana mereka melihat orang-orang Asia, Afrika, Eropa, Australia, dan orang Amerika sendiri dengan menggambarkannya lewat menempelkan stereotip pada karakter-karakter Power Ranger

Dari acara tersebut saya juga melihat bahwa mereka (AS) mencoba menyampaikan pesan bahwa dunia bisa menjadi lebih baik dengan dukungan seluruh dunia .... kalau dipimpin AS.


PS: Tulisan ini jangan dianggap serius. Karena tulisan ini memang butuh penelitian lebih lanjut. Ini cuma iseng. Kali aja ada yang mau bikin skripsi tentang hal ini, no?

Sunday, January 13, 2013

Bodohnya Dada Rosada

"Kemacetan itu sekarang sudah jadi ikon Bandung. Menariknya Bandung, daya tarik Bandung adalah macetnya. Pendapatan banyak. Sementara orang Bandung pada diam saja di rumah saat banyak tamu yang datang." ~ Dada Rosada
Pernyataan bodoh tersebut keluar dari mulut seorang Wali kota salah satu kota besar di Indonesia, Bandung. Kalimat itu keluar dari seorang pejabat negara yang beberapa bulan lalu baru saja mendapatkan gelar doktor dengan yudisium cum laude atas desertasinya yang berjudul "Implementasi Kebijakan Pembangunan Kota Bandung: Perspektif Pembangunan Berkelanjutan". Kalimat itu dilontarkan oleh orang yang mengijinkan banyak berdirinya hotel dan tempat hiburan baru tanpa memerhatikan tata kota.

Tingkat kemacetan di kota Bandung telah meningkat drastis selama empat tahun ke belakang. Indikatornya, silakan lihat waktu tempuh bus Damri yang berubah drastis. Dari tahun 2008 hingga sekitar tahun 2011 lalu, saya adalah seorang pengguna setia bus Damri. Saat itu, waktu tempuh bus Damri dari terminal Leuwi Panjang ke Ledeng sekitar 45 menit. Saat ini, sekitar 90 menit.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena banyak orang beralih menggunakan kendaraan pribadi bukan alat transportasi massal. Seperti saya. Dengan meningkatnya orang yang menggunakan kendaraan pribadi, dan kecilnya jalan-jalan di kota Bandung, jangan heran kalau kemacetan ini semakin parah setiap tahunnya.

Kemacetan di jalan Otto Iskandar Dinata Bandung (foto: inilah)

Lalu kenapa banyak orang tidak menggunakan alat transportasi massal? Karena alat transportasi massal di Bandung kacrut semua. Kita lihat Damri. Biarpun saya sangat senang menggunakan alat transportasi massal yang satu ini, saya harus mengakui bahwa armada Damri sudah terlalu tua dan tidak nyaman. Selain itu, armada bus Damri sangat lah sedikit dan tidak bisa menampung banyak warga Bandung. juga jadwal keberangkatannya yang kadang tidak tepat waktu menjadi salah satu alasan utama saya meninggalkan alat transportasi ini.

Apa pilihan saya selain bus Damri? Angkot. Sama seperti Damri, angkot sangatlah tidak nyaman. Kendaraannya banyak yang sudah tua. Belum lagi supirnya yang sering ugal-ugalan saat mengemudikan angkot. Angkot juga tidak memiliki jadwal yang pasti dan sering berhenti dalam waktu lama seenak jidat supirnya. Selain itu tarif angkot yang menurut saya terlalu mahal untuk sebuah alat transportasi untuk masyarakat karena diatur oleh swasta.

Selain angkot? Taxi. Langsung saya coret karena taxi di Bandung masih banyak yang nakal dan tidak menggunakan argo. Selain itu juga mahal, apalagi dengan tingkat kemacetan di Bandung sekarang.

Hal itu lah yang membuat saya beralih menggunakan sepeda motor, yang sebenarnya tidak saya sukai. Saya beralih ke sepeda motor untuk menghindari macet guna memangkas waktu tempuh di jalan. Bukan apa-apa, dengan memangkas waktu di jalan, saya jadi memiliki banyak waktu untuk mengerjakan hal lainnya. Hal ini tidak dilakukan oleh saya sendiri, mungkin sekitar jutaan warga Bandung lainnya juga berpikiran sama dengan saya.

Banyak orang beralih ke alat transportasi pribadi karena mereka berpikir alat transportasi pribadi lebih ekonomis dan menghemat waktu. Contohnya, saya harus mengeluarkan uang sebesar Rp8000,- dari Kopo ke Ledeng (rumah ke kampus) dengan menghabiskan waktu sekitar 4 jam perjalanan pulang-pergi. Sedangkan dengan menggunakan motor saya hanya perlu mengisi bensin Rp5000,- untuk pulang pergi Kopo-Ledeng dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan pulang-pergi. Semua orang akan lebih memilih yang kedua. Lebih ekonomis, cepat, dan efisien.

Lalu apa hal yang dilakukan oleh pemkot Bandung untuk mengatasi masalah kemacetan ini? Tidak ada.

Di kota-kota besar dunia, transportasi dikelola oleh pemerintah karena hal tersebut adalah kewajiban pemerintah untuk mengatur hajat hidup orang banyak. Mereka membangun alat transportasi yang paling efisien, cepat, dan memiliki kapasitas yang besar: Kereta dalam kota. Bukan hanya membangun, mereka juga mengelola dan mensubsidi biaya operasional kereta tersebut sehingga biaya transportasi tersebut menjadi terjangkau oleh masyarakat dan masyarakat mau menggunakan alat transportasi tersebut.

Sedangkan di Bandung, APBD dikorupsi habis sehingga tidak cukup untuk membangun alat transportasi massal yang baik. Sebagai jalan keluarnya, mereka menyerahkan pengelolaan transportasi massal kepada pihak swasta. Pengusaha angkot mendatangi dan membayar pemkot untuk membuka trayek. Pihak pengusaha angkot menentukan tarif sendiri. Pemkot hanya perlu menyediakan jalan, tidak perlu membangun infrastruktur apa-apa dan tidak perlu mensubsidi apa-apa. Paling hanya pemeliharaan jalan saja setahun (atau dua-tiga tahun) sekali. Pemkot untung, pengusaha angkot untung, jalanan macet.

Pemkot Bandung belakangan juga lebih memilih untuk membangun jalan tol dalam kota untuk mengatasi kemacetan. Nampak mudah dan dapat mengatasi kemacetan, padahal sebetulnya tidak. Lagi pula ini hanya akal-akalan pemkot saja untuk dapat uang dari proyek tol dalam kota.

Jika tol dalam kota akan dibangun, maka yang untung adalah pemkot karena mendapat jatah dari proyek pembangunan tol, lalu pihak swasta yang menang tender untuk membangun tol, dan para warga kelas atas yang memiliki mobil pribadi. Warga lainnya? Ya silakan macet-macetan di luar tol dalam kota.

Pemkot lebih memilih membangun jalan karena membangun jalan akan lebih menguntungkan bagi mereka. Dengan membangun jalan, mereka hanya akan mengeluarkan biaya membangun jalan saja, sisanya bisa dikorupsi. Mereka tidak perlu membuat alat transportasi karena nanti akan ada pihak swasta yang datang minta buka trayek. Mereka tidak perlu mensubsidi apapun. Biaya pemeliharaan mobil pribadi ditanggung oleh pemiliknya sendiri. Bensin ditanggung oleh pemilik mobil sendiri.

Lain halnya jika pemkot membangun jalur kereta dalam kota. Mereka harus membuat infrastrukturnya. Mereka harus menanggung biaya operasional keretanya. Mereka harus mensubsidi tarif kereta untuk rakyat. Untuk ini, mereka rugi dan mereka tidak mau rugi.

Maka pemkot lebih memilih membangun jalan karena bagi pemkot, membangun jalan itu lebih hemat. Pemkot dapat pemasukan dari pajak kendaraan. Juga biaya operasional transportasi ditanggung oleh rakyat sendiri.

Lalu bagaimana seharusnya solusi untuk mengatasi macet di Bandung?
1). Batalkan proyek kereta gantung karena tidak efektif sebagai alat transportasi.
2). Bangun alat transportasi massal kereta dalam kota. Dananya dari mana? Dari dana pembangunan tol dalam kota. Masa bikin jalan tol bisa tapi bikin jalur kereta enggak bisa? Lagi pula, Bandung tidak perlu membangun ini sendirian. Ajak juga pemprov Jabar, pemkot Cimahi, Pemkab Bandung, dan Pemkab Bandung Barat. Karena penduduk mereka juga banyak yang beraktivitas di Bandung.
3). Benahi struktur transportasi yang sudah ada. Perbaiki fungsi taxi dan benahi sistem bus Damri. Perbanyak halte bus dan buat jalur bus seperti di Jakarta sehingga bus hanya akan menaikkan dan menurunkan penumpang di halte saja. Simple-nya, benahi TMB dan fungsikan seperti TransJakarta.
4). Angkot sebaiknya hanya menjadi angkutan pinggiran kota saja dan sarana pendukung dari pinggir kota ke tempat transportasi yang terintegrasi. Mengingat transportasi di kota sudah diambil bisa diatasi oleh kereta, bus, dan taxi.
5). Integrasikan semuanya. Terminal-Halte-Stasiun-Bandara semuanya harus saling terintegrasi sehingga  memudahkan mobilisasi masyarakat.
6). Perbaiki sarana pejalan kaki.

Selama solusi-solusi di atas belum terealisasi, masyarakat Bandung masih akan terus beralih ke kendaraan pribadi. Selama solusi-solusi di atas hanya menjadi sebuah wacana, lambat laun jalanan akan mengalami overkapasitas yang menimbulkan kemacetan.

Sulit diwujudkan? Memang. Tapi bukan tidak mungkin. Semua hal di atas bisa terjadi kalau isi otak pemkot bukan hanya berisi uang tapi untuk mengabdi pada warga. Selain itu pihak eksekutif harus membuat undang-undang yang pro-rakyat untuk masalah transportasi ini, bukan pro-pengusaha swasta. Pemkot harus berhemat dan berhenti korupsi, lumayan uangnya bisa untuk nambah-nambah membangun jalur kereta dalam kota. Dan warga, taat bayar pajak.

***

Saya heran kenapa Dada Rosada bisa nampak begitu senang warga Bandung lebih memilih diam di rumah dari pada beraktivitas di kota. Bukankah kota yang sehat adalah kota yang warganya aktif beraktivitas di luar rumah? Bukankah jika warga lebih memilih untuk diam di rumah berarti kota tersebut adalah kota sakit yang bobrok dan hancur?

Jadi, jelas lah mengapa saya sebut pernyataan Dada Rosada di atas adalah pernyataan bodoh. Peryataan tersebut bodoh karena macet bukanlah ikon Kota Bandung seperti yang ia katakan. Namun macet adalah ikon dari bodohnya kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemkot Bandung, yang dipimpin oleh Dada Rosada.

Saya mempertanyakan gelar doktor cum laude yang dia dapat.


PS: Soal solusi yang saya sebutkan, mari kita diskusikan kembali. Itu hanyalah pandangan saya yang awam akan sistem transportasi kota namun terkesan dengan sistem transportasi di kota-kota besar di dunia. Setahu saya, solusi yang saya sebutkan diimplementasikan di beberapa kota besar di dunia (kecuali bagian angkot).

Tuesday, January 8, 2013

Kaneron Pictures

Sebagai seorang yang gemar menonton film, saya merasa beruntung bahwa teman-teman di sekitar saya juga sama gemarnya terhadap film. Mereka bukan hanya gemar menonton, mereka bahkan juga membahas ide dan hal di balik film-film yang ada.

Belakangan, mereka tidak hanya sampai di sana. Mereka juga ikut membuat film-film pendek. Kami dahulu memang sering membuat beberapa video untuk meramaikan acara himpunan jurusan di kampus. Namun beberapa bulan ke belakang, mereka membuat proyek-proyek film pendek yang serius untuk diikutsertakan pada festival-festival film.

Melalui sebuah rumah produksi baru @KaneronPictures, mereka telah membuat dua film pendek dan beberapa proyek film pendek lainnya sedang dalam tahap pembuatan. Inilah dua buah film karya Kaneron Pictures:

1. Mr. Postman






Mr. Postman berkisah tentang Parmin, seorang pemuda tuna wicara yang bekerja di sebuah kantor pos yang, di era modern seperti sekarang, telah mulai ditinggalkan pelanggannya. Namun, di tengah mudahnya menyampaikan informasi di jaman sekarang, masih ada saja orang yang menggunakan jasa tukang pos seperti Parmin.

Film ini telah diikutkan ke dalam kompetisi film pendek Festival Piala Maya 2012 dan menjadi salah satu finalisnya. Selain itu, film ini juga telah ditayangkan oleh SAE Institute Jakarta di FX mall Jakarta pada ajang tersebut.

Judul: Mr. Postman
Genre: Drama
Tanggal Rilis Perdana: 30 Oktober 2012
Produser: Lalitya Putri Noorulya
Produksi: Kaneron Pictures

Sutradara: Arief Budiman
Penulis: Desti Ilmianti Saleh, Lalitya Putri Noorulya, Rendy Dyonata
Pengarah Musik: Meizar Ahmad Assiry
Pemain: Kunto Adhi Prasetya, Yana Maliyana, Erika Khairunnisa, Rifqy Rayhani, Desti Ilmianti Saleh


2. Man with Flower





Man with Flower adalah film drama dengan sudut pandang yang berbeda. Film ini bercerita tentang kisah kasih sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang jatuh cinta. Pada suatu waktu sang lelaki berjanji untuk memberikan sesuatu kepada kekasihnya untuk menggambarkan rasa cintanya.


Sama seperti Mr. Postman, Man with Flower juga diikutsertakan pada sebuah kompetisi film pendek. Film ini menarik karena benar-benar menggambarkan sebuah drama dari sudut pandang yang tidak biasa.


Judul: Man with Flower
Genre: Drama
Tanggal Rilis Perdana: 12 Desember 2012
Produser: Lalitya Putri Noorulya
Produksi: Kaneron Pictures

Sutradara: Dhea Restu Pradhana
Penulis: Dhea Restu Pradhana
Pengarah Musik: Meizar Ahmad Assiry
Pemain: Yana Maliyana, Rahajeng Herningtyas Woro Utami



***

Dari teman-teman saya ini lah saya belajar bahwa tidak ada yang salah dalam menikmati suatu hal. Namun akan lebih menyenangkan bila kita tidak hanya menikmati, tapi juga membuat hal tersebut. :)


PS: Naskah buatan saya telah diterima @KaneronPictures dan katanya akan mulai digarap Februari ini. Mohon doanya ya. :D

Sunday, January 6, 2013

Best Movies 2012

Sesuai janji saya di postingan sebelumnya, sekarang saya akan mencoba menuliskan lima film tahun 2012 terbaik yang pernah saya tonton versi saya pribadi. Ini dia kelima judulnya:

1. The Dark Knight Rises

Christoper Nolan, Johnathan Nolan, dan Hans Zimmer. Nama-nama mereka sebenarnya sudah menjelaskan kenapa film ini saya simpan di nomor pertama. Duet kakak beradik Nolan dalam meramu ide cerita serta dukungan scoring musik memukau dari Zimmer membuat film ini sempurna. Ditambah pula dengan nama-nama pemain terkenal seperti Christian Bale, Tom Hardy, Anne Hathaway, Sir Michael Caine, Morgan Freeman, Gary Oldman, Marion Cotillard, dan Joseph Gordon-Levitt menjadikan film ini adalah film yang paling saya tunggu tahun 2012. Penantian saya terbayar dengan sebuah sajian yang luar biasa. Meskipun saya sangat antusias untuk menonton film ini, saya sempat ragu film ini menandingi film Batman sebelumnya, The Dark Knight, yang menurut saya adalah film Batman terbaik sepanjang masa. Namun ternyata saya salah, film ini memberikan sajian cerita dan gambar sesempurna The Dark Knight. Ya, The Dark Knight Rises telah menutup trilogi Batman versi Nolan dengan sangat sempurna.

"We take Gotham from the corrupt! The rich! The oppressors of generations who have kept you down with myths of opportunity. And we give it to you, the people. Gotham is yours! None shall interfere, do as you please. But start by storming Blackgate and freeing the oppressed! Step forward, those who would serve. For an army will be raised. The powerful will be ripped from their decadent nest. And cast out into the cold world that we know and endure. Courts will be convened. Spoiled will be enjoyed! Blood will be shed. The police will survive, as they learn to serve justice. This great city, it will endure. Gotham will survive." ~ Bane


2. Life of Pi

Saya tahu bahwa film ini adalah film adaptasi novel. Untungnya, saya belum pernah membaca novelnya. Maka dari itu, saat saya menonton filmnya, saya merasa takjub dengan ceritanya. Film ini sukses mengajarkan saya bahwa meragukan Tuhan adalah sesuatu yang percuma karena Tuhan ada dan menunjukkan keberadaannya melalui segala hal di sekitar kita. Selain itu, bagi saya, film ini adalah film dengan sinematografi terindah yang pernah saya tonton. Jadi, sama seperti keberadaan Tuhan, kehebatan Sutradara asal Taiwan, Ang Lee, memang tidak perlu diragukan lagi.

"I suppose in the end, the whole of life becomes an act of letting go, but what always hurts the most is not taking a moment to say goodbye." ~ Pi Patel


3. The Cabin in the Woods

Tagline film ini adalah: You think you know the story. Yup.. saat saya akan menonton film horror ini, saya kira saya juga bisa menebak jalan cerita film tersebut; sekelompok anak muda pergi berlibur ke suatu tempat namun kemudian ada hal-hal aneh yang akhirnya membunuh mereka semua.. atau paling tidak salah satunya selamat. Salah! Film ini adalah film dengan twist yang luar biasa mengasyikan. Kita, sebagai penonton bahkan ikut berperan dalam film ini. Film yang ternyata merupakan sebuah satir yang ditujukan bagi film-flm horror porno ini siap menggelitik imajinasi kita. You think you know the story? No, you're not!


"This is all most unpleasant. I know you can hear me. I hope you'll listen. You won't get out of this complex alive. What I want you to try to understand is that you mustn't. Your deaths will avert countless others. You've seen horrible things: an army of nightmare creatures. And they are real. But they are nothing compared to what lies beneath us. There is a greater good, and for that you must be sacrificed. Forgive us.. and let us end it quickly." ~ The Director


4. Looper
Bagi saya, film mengenai time-traveller selalu menarik untuk ditonton. Looper adalah salah satu yang terbaik karena memberikan ide cerita yang luar biasa. Joseph Gordon-Levitt dan Bruce Willis yang berperan sebagai karakter yang sama tapi dari jaman yang berbeda, bermain dengan sangat baik. Film science fiction ini bercerita mengenai seorang algojo yang ditugaskan untuk mengeksekusi terhukum mati dari masa depan yang di lempar ke masa-nya. Terlihat sebagai pekerjaan pembunuh bayaran biasa, namun coba bayangkan bagaimana jika salah seorang pembunuh bayaran tersebut mengetahui bahwa ia harus membunuh dirinya sendiri yang dikirim dari masa depan? Wicked.

"I don't want to talk about time travel because if we start talking about it then we're going to be here all day talking about it, making diagrams with straws." ~ Old Joe


5. The Avengers

Superhero-superhero terbaik bergabung menjadi satu untuk menyelamatkan dunia. Satu kata: Keren. Sutradara Joss Whedon benar-benar mengetahui apa yang penonton ingin lihat jika pahlawan-pahlawan super itu bergabung bersama. Ia juga berhasil memadukan karakter-karakter superhero yang unik tersebut menjadi sebuah tontonan yang padu. Komposisi cerita menarik yang juga berisi joke-joke segar menjadikan film ini menjadi salah satu film paling menyenangkan untuk ditonton tahun 2012. Tidak aneh kalau film ini menjadi film paling laris ke-3 sepanjang masa di seluruh dunia, di bawah Avatar (2009) dan Titanic (1997).

"In the end, it will be every man for himself..." ~ Loki


***

Itulah kelima film terbaik tahun 2012 versi saya pribadi. Sebenarnya ada beberapa film tahun 2012 yang ingin saya tonton namun terlambat (atau bahkan tidak akan(?)) tayang di Indonesia. Film-film yang digembor-gemborkan sebagai kandidat peraih Piala Oscar seperti Argo, Les Miserables, Lincoln, Zero Dark Thirty, Silver Linings Playbook, The Master, dan Cloud Atlas masih belum sempat saya tonton karena hal tersebut. Padahal, jika film-film tersebut dirilis tepat waktu di Indonesia, mungkin daftar ini akan berubah total. Who knows?

PS: Ayo berbagi film terbaik 2012 versi kalian. :D

Saturday, January 5, 2013

Film Bioskop Terbaik 2012


   
Poster film The Dark Knight Rises dan Life of Pi


Selama 2012, saya mungkin telah menonton ratusan film. Baik itu menonton di bioskop maupun menonton hasil unduhan. Film hasil unduhan yang saya tonton bermacam-macam genre mulai dari film aksi hingga komedi, juga dari bermacam-macam negara mulai dari Hollywood hingga Bollywood. Sulit untuk menghitungnya karena saya lupa mana yang saya tonton pada 2012 mana yang saya tonton pada tahun sebelumnya.

Namun, keisengan saya menyimpan tiket bioskop membuat saya dapat mengingat apa saja film yang saya tonton di bioskop tahun lalu. Pada 2012, saya telah menonton di bioskop sebanyak 28 kali untuk menonton 27 judul film yang berbeda (Saya nonton The Dark Knight Rises dua kali di bioskop).

Inilah ke-27 judul film yang saya tonton di bioskop tahun 2012, sekalian saya tambahkan juga penilaian saya pribadi mengenai film tersebut:

1). New Years Eve - (2/5)
2). Paranormal Activity 3 - (3.5/5)
3). The Iron Lady - (3.5/5)
4). Chronicle - (3/5)
5). The Ides of March - (4/5)
6). Negeri 5 Menara - (1/5)
7). Hugo - (4/5)
8). The Raid - (4/5)
9). Sanubari Jakarta - (2.5/5)
10). The Avengers - (4.5/5)
11). Prometheus - (2.5/5)
12). Brave - (3/5)
13). The Amazing Spiderman - (4/5)
14). The Dark Knight Rises - (5/5)
15). The Expendables 2 - (3/5)
16). Perahu Kertas - (2/5)
17). Seven Something - (3/5)
18). The Cabin in the Woods - (4/5)
19). Taken 2 - (2.5/5)
20). Perahu Kertas 2 - (1.5/5)
21). Premium Rush (3.5/5)
22). Ted (3.5/5)
23). Skyfall (3/5)
24). Paranormal Activity 4 (2/5)
25). Life of Pi (5/5)
26). The Hobbit: An Unexpected Journey (4.5/5)
27). 5cm (3.5/5)

Selain itu, saya melewatkan beberapa film bagus yang juga tayang di bioskop tahun 2012. Saya melewatkan film seperti The Hunger Games (3.5/5) dan juga Looper (4/5) yang akhirnya saya tonton lewat komputer saya.

Well, itulah daftar film yang saya tonton di bioskop plus dua judul film keren yang saya tonton lewat komputer. Kalau film terbaik 2012 yang kalian tonton?

PS: mungkin nanti saya akan tulis film terbaik tahun 2012 versi saya. Baik yang ditonton di bioskop, maupun yang lewat komputer. 

Thursday, January 3, 2013

Pesan Terakhir

30 Oktober 2012 | 06.42 PM
  
Aku terbangun. Ternyata tadi aku tertidur selama satu jam. Mungkin karena keletihan akibat kegiatan di kampus tadi siang setelah kuliah. Memang belakangan kegiatan di kampus sangat padat. Apalagi mendekati akhir semester seperti sekarang ini.

Aku beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke meja belajarku. Handphone-ku ternyata mati selama aku tidur karena kehabisan baterai. Aku berjalan mengambil charger untuk menyalakan handphone-ku. Lampu di handphone-ku hanya berkedip sekali dan kemudian mati kembali. Ahh.. smartphone. Terkadang aku merasa bahwa handphone jaman dahulu lebih smart daripada handphone jaman sekarang. Untuk menyalakannya saja, handphone saat ini butuh waktu lama.

Akhirnya aku tinggalkan saja handphone itu lalu mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi. 

Tok.. tok.. tok.. Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu depan. Dengan bermalasan aku melempar handukku ke atas tempat tidur dan keluar kamar untuk melihat siapa tamu yang datang.

Sebelum aku membuka pintu aku sempatkan untuk mengitip ke luar dari jendela samping. Tidak terlalu terlihat dengan jelas siapa yang ada di depan pintu itu. Bahkan tampaknya tidak ada orang. Tapi, aku tetap membukanya untuk memastikan.

"Hai.." sapanya saat aku membuka pintu. Aku terkejut. Seorang laki-laki tinggi mengenakan kaos dipadu celana jins dan memakai kupluk merah ada di hadapanku. Ia adalah lelaki yang selama ini aku idamkan. Entah apa yang membawanya kemari.

"Ha.. hai.." balasku gugup. Aku melihat ke arah luar mencari tahu dengan siapa ia datang. Aku lega karena ia datang sendiri. Biasanya, kalau aku melihatnya, ia pasti sedang bersama dengan kekasihnya. Tapi, aku juga biasanya bersama dengan kekasihku sih.

"Maaf.. mengganggu. Datang enggak kasih kabar dulu," ujarnya. "Enggak lagi sibuk, kan?"

"Ehh.. Enggak kok. Enggak ganggu," jawabku masih terkejut akan kedatangannya. "Ayo masuk. Maaf ya berantakan. Mau minum apa?"

"Enggak usah repot-repot. Saya juga cuma sebentar kok," ujarnya sambil berjalan ke sofa tunggal terdekat. "Ada yang mau saya omongin."

Sepertinya ada hal serius yang mau ia bicarakan. "Minum aja enggak buat repot kok. Sebentar ya saya ambil minum dulu," ujarku sambil berjalan ke arah dapur.

Aku berjalan ke arah dapur dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, aku takut kalau kedatangannya diketahui oleh kekasihku. Bisa gawat nih kalau kekasihku tahu ia datang berkunjung ke rumahku. Namun di sisi lain, aku senang ia datang karena aku sejak dulu ingin menghabiskan waktu bersamanya. Walau cuma sebentar.

Aku mengambil dua botol air mineral dari dalam kulkas dan berjalan kembali ke ruang tamu. Di depan kamar aku melihat handphone-ku telah nyala dan bergetar karena ada yg menelepon. Ahh.. siapa ya? Apa kekasihku? Ahh.. kalau gitu nanti saja aku mencari tahu siapa yang meneleponku. Karena jika memang benar telepon itu dari kekasihku, aku akan merasa bersalah karena menghabiskan waktu bersama lelaki di ruang tamu itu.

Aku berjalan ke ruang tamu membawa dua botol air mineral tanpa memedulikan dering handphone-ku di kamar. Lelaki itu tersenyum kepadaku. Ahh.. Senyum yang dari dulu aku idamkan. Aku menaruh botol minuman tersebut di meja dan duduk di sofa di depannya.

"Langsung dari kampus? Apa dari mana dulu?" tanyaku padanya membuka percakapan.

"Iya. Langsung dari kampus," jawabnya dengan senyum menawannya. "Tadi ada acara, jadi pulangnya belakangan. Kamu tadi keluar kelas jam berapa?"

"Saya tadi keluar kelas jam tiga. Tapi tadi ke perpus dulu sebentar kembalikan buku," jawabku sambil membuka botol minumku. "Kok tumben mampir ke sini? Lagi kebetulan lewat sekitar sini?"

"Enggak sih. Ada yang ingin saya bilang ke kamu," jawabnya sambil menatapku dengan tatapan khasnya.

"Ada apa memang? Kok kayaknya serius banget." tanyaku sambil tersenyum tidak bisa menahan rasa 'salah tingkah' karena ia menatap mataku dalam-dalam.

"Iya. Saya sayang kamu."

Di kamar, Handphone-ku terus berdering.

***

30 Oktober 2012 | 06.02 PM

Sepasang lelaki dan perempuan yang sedang asyik saling memadu cinta bersama di atas tempat tidur mewah berukuran besar. Saling melenguh akan nikmat yang diberikan pasangannya. Suara erotis keduanya memenuhi ruangan ini. Sentuhan-sentuhan mereka seakan memuaskan dahaga pasangannya akan kenikmatan duniawi.

Layar komputer di depanku terus menayangkan sepasang lelaki dan perempuan itu. Aku menontonnya sambil beberapa kali menyeka keringat dan menelan ludah. Ohh.. Ini benar-benar momen privasi untuk diriku sendiri untuk melepas penat dari kehidupan di kampus yang kadang membuat kepalaku serasa mau pecah.

Sebenarnya, aku jarang menonton video mesum seperti ini. Biasanya aku asyik menghabiskan waktu di dunia maya untuk menghilangkan stress. Karena hanya lewat Internet lah kadang teman-teman kampusku menghubungiku dan saling bertukar cerita. Namun kali ini, hubungan Internet di kosanku mati sejak aku pulang tadi. Alhasil.. Aku tidak tahu apa yang terjadi di luar kosanku saat ini.

Handphone? Ahh.. handphone-ku rusak sejak tiga minggu lalu. Jadi, ya hanya Internet lah yang jadi alat komunikasiku saat ini.

Sang perempuan dan lelaki di dalam video tersebut melenguh keras dimakan nikmat seakan lupa pada dunia saat mengejar puncak kenikmatannya.

Tok.. tok.. tok.. Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar pintu kosanku. Sial.. sedang asyik begini ada saja yang mengganggu. Aku tutup video di komputerku dan berjalan ke arah pintu. Aku intip jendela samping pintu untuk melihat siapa yang datang. Tapi aku tidak bisa melihat siapa orang yang mengganggu keasyikanku. Malahan tampaknya tidak ada siapa-siapa. Tapi aku tetap membuka pintu itu untuk memastikan.

"Hai, bro!" ujar sahabatku saat aku membuka pintu. Sial. Ternyata dia yang mengganggu momen privasiku.

"Sial. Gue kira siapa. Taunya malah elu yang dateng," ujarku sambil meninju bahunya. Ia hanya terkekeh sambil membetulkan letak kupluk merah di kepalanya. Aku lalu mempersilakannya masuk. 

"Ngapain lu kesini? Gue kira tadi elu jalan sama cewek lu," tanyaku heran.

"Iya. Tadi sempet nganter cewek gue dulu," jawabnya. "Pengen ngobrol aja. Siapa tau aja elu kangen sama gue," jawabnya sambil tertawa.

"Najis.. ehh.. klo mau minum ngambil sendiri aja ya.." jawabku sambil menyalakan rokok. "Ehh.. tadi gue liat gebetan elu di perpus kampus. Makin cakep ya.."

"Iya. Udah punya cowok tuh tapi," ujarnya sambil matanya menerawang ke langit-langit kosanku. Sebenarnya aku tahu bahwa dulu ia memang punya rasa ke wanita itu. Tapi entah mengapa ia malah memilih wanita lain untuk menjadi kekasihnya.

"Ya elu juga udah punya cewek. Tapi masih aja ngegebet cewek orang," godaku sebelum menghisap rokok dan merasakan racun tersebut mengisi paru-paruku sebelum kuhembuskan ke udara.

"Gue sayang dia lebih dulu sebelum gue sayang ke cewek gue. Gue juga enggak tau kenapa gue malah milih cewek gue yang sekarang," jelasnya masih sambil menerawang langit-langit kosanku.

"Salah banget sih lu. Enggak kasian sama cewek lu itu perasaan elu dibagi-bagi begitu?"

"Sayang gue ke cewek gue itu enggak dibagi-bagi. Gue sayang sama cewek gue secara penuh, tapi gue juga sayang ke dia secara penuh juga," kali ini ia menatapku. Ia terlihat serius. Aku menghisap rokokku.

"Gue enggak ngerti. Jadi elu sayang kedua orang secara bersamaan gitu? Apa mungkin?" tanyaku bingung.

"Iya. Gue sayang sama mereka berdua. Memang keliatannya enggak mungkin. Tapi, itu yang gue rasain. Sekarang gue tau, menyayangi dua orang secara bersamaan itu mungkin. Banyak orang bilang itu tidak mungkin hanya karena mereka tidak mau menyakiti perasaan salah satunya," matanya kali ini melihat ke luar jendela kosan. Seakan sedang melihat kedua perempuan kesayangannya di sana. "Yang membedakan cuma takdir. Biarpun kita bisa menyayangi dua orang secara bersamaan, cuma satu yang ditakdirkan untuk bersama kita selamanya."

"Atau mungkin tidak ditakdirkan bersama dua-duanya," ujarku menambahkan. Ia mengangguk setuju.

Ia benar. Aku pernah merasakannya. Aku pernah menyayangi dua orang sekaligus. Hanya saja aku tidak berani untuk mengakuinya. Aku takut mengingkari rasaku pada kekasihku saat itu. Namun takdir berkata lain. Kekasihku saat itu tidak ditakdirkan bersamaku untuk selamanya, ia pergi meninggalkanku untuk mengejar rasanya pada lelaki lain. Mungkin dirinya juga menyayangi dua orang pada saat bersamaan. Sepertiku.

"Sebenernya, itu yang mau gue omongin," ucapnya lagi, menyadarkanku dari lamunan. "Gue enggak mau rasa ini gue simpen gitu aja. Gue pengen bilang ini ke dia. Apa salah kalau gue pengen mengungkapkan perasaan ini ke dia?"

Aku terdiam sejenak sebelum berkomentar. Aku mengingat dulu aku menyesal tidak mengutarakan rasa sayangku kepada salah satu perempuan yang aku sayangi hanya karena aku tidak ingin mengakui rasa itu. Aku ingin menyangkalnya. Kali ini, aku tidak ingin sahabatku ini merasakan rasa sesal yang sama denganku.

"Ya elu bilang aja. Bilang aja kalau elu sayang dia. Enggak salah kok. Daripada nyesel belakangan. Bilang sayang itu bukan perbuatan dosa, kalau dipendam cuma bakal bikin luka," saranku padanya.

"Iya. Rencananya juga gue mau bilang ke dia. Cuma biar dia tahu, bahwa sebenernya gue juga sayang dia selain cewek gue," jawabnya.

"Saran gue cuma elu jangan terlalu berharap dia sayang balik ke elu. Lagi pula, merusak hubungan orang lain itu enggak baik," tambahku padanya. Rokokku habis. Aku menyulut lagi batang baru.

"Enggak. Gue enggak akan berharap. Semuanya udah terlambat," ia berdiri dan berjalan ke arah pintu. Tampaknya ia akan pergi. "Yang penting dia tau apa yang gue rasa. Itu cukup."

Aku hembuskan asap rokokku dan mengantarnya berjalan ke pintu. Ada rasa yang tidak biasa saat aku mengantarkannya ke pintu itu. Aku merasa mengantarkannya ke sebuah kehidupan yang baru. Yah.. mungkin hidupnya yang baru karena setelah ini salah satu wanita lain yang ia sayangi akan mengetahui isi hatinya.

"Thanks, ya.. kalau nggak tanya elu dulu, mungkin gue bakal bawa rasa ini sampai ke dalam kubur karena enggak berani ngomong." ujarnya sambil membenarkan letak kupluknya.

"Iya. Good luck, bro. Bilang aja supaya enggak nyesel. Daripada dipendem sampe mati." candaku sebelum dia pergi.

Ia hanya tersenyum.

***

30 Oktober 2012 | 05:12 PM

"Kita ketemu di lobby aja ya. Saya sebentar lagi sampe," ujarnya di ujung telepon. Aku sedang berjalan di lorong kampus setelah keluar kelas. Setelah telepon dari kekasihku itu ditutup, aku langsung berjalan menuju lobby.

"Kamu kok tadi di kelas enggak kayak biasanya?" ujar laki-laki yang tiba-tiba ikut berjalan di sebelahku. Aku gugup. Dirinya tampak menawan dengan jaket kulitnya. Ahh.. semua wanita juga pasti akan terpesona akan sosoknya. Lagi pula, teman sekelasku ini baik hati dan ramah ke semua orang. Diam-diam aku menyimpan rasa kepadanya.

"Tadi aku memang ngantuk aja. Lagian ada-ada aja mindahin jam kuliah ke sore-sore gini," ujarku bohong. Sebenarnya, tadi aku tidak bisa berkonsentrasi di kelas karena aku memikirkan rasa di hatiku. Hatiku yang sebenarnya dimiliki oleh kekasihku dan lelaki di sebelahku ini.

Aku suda lama mengenalnya. Sejak awal kuliah di sini, ia selalu ada di setiap hari kegiatan kampusku. Mungkin, rasa ini ada karena terbiasa bertemu dengannya. Bisa jadi juga karena sikapnya yang selalu baik kepadaku.

Namun belakangan aku mengetahui bahwa dirinya sedang dekat dengan wanita lain. Hal itu membuat diriku merasa kehilangan. Aku tahu bahwa diriku harusnya tidak merasa kehilangan, karena toh aku sudah memiliki seorang lelaki yang juga aku sayangi sepertinya. Apa iya aku menyayangi dua orang secara bersamaan?

"Saya ke kantin dulu ya. Mau ikut?" ujarnya saat kami telah sampai di lobby.

"Ummm.. Kayaknya enggak. Tadi saya udah ada janji di sini," tolakku setengah hati. Sebenarnya aku ingin sekedar ngobrol sebentar bersamanya. Bertukar cerita dan tawa seperti sepasang kekasih. Namun, aku tidak mau mengingkari rasa sayangku kepada kekasihku.

Ia mengangguk paham dan kemudian berjalan ke arah kantin meninggalkanku. Ia tidak memaksa mungkin karena ia tahu aku akan dijemput oleh kekasihku. Ingin rasanya aku mengejarnya dan menyatakan isi hatiku. Tapi, mungkin lain waktu saja aku mengungkapkannya.

Aku berjalan ke arah salah satu bangku di pinggir lobby dan menunggu kekasihku. Tidak ada sepuluh detik, aku sudah bisa menangkap sosoknya yang tinggi dengan menggunakan mengenakan kaos oblong dipadu celana jins dan memakai kupluk merah memasuki lobby dan berjalan ke arahku. Ia tepat waktu.

"Hei.. udah lama?" tanyanya kepadaku.

"Belum kok. Baru banget duduk," jawabku. "Langsung pergi sekarang?" tanyaku sambil berdiri. Ia hanya mengangguk dan berjalan sambil menggandeng tanganku. Seketika rasa nyaman berada bersamanya muncul saat tangannya menggenggam tanganku. Ini hanya salah satu dari banyak alasan mengapa aku menyayanginya.

Kami berjalan menuju mobilnya yang diparkir di samping gedung kampus. Ia membukakan pintu untukku. Ahh.. salah satu alasan lainnya mengapa aku menyayanginya. Ia memerlakukanku seakan hanya aku lah wanita yang ia sayangi.

Aku masuk dan menaruh tas di kursi belakang. Namun, ia tidak langsung masuk ke mobil. Ternyata ia menyapa salah satu sahabatnya yang tinggal di sebuah kamar kos tidak jauh dari kampus. Kekasihku melambaikan tangan dan membuka pintu mobil. Sahabatnya juga melambaikan tangan sambil satu tangan lainnya memegang batang rokok yang tampaknya tidak henti-hentinya ia hisap. Ia lalu berbalik pergi dan berjalan ke arah perpustakaan kampus.

Kekasihku kemudian mulai melajukan mobilnya keluar dari kampus. Aku menanyakan hal-hal kecil mengenai apa saja yang ia lakukan hari ini, apakah menyenangkan atau tidak, dan lain lain. Ia juga menanyakan hal yang sama kepadaku. 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya adalah hal yang sepele untuk ditanyakan. Tapi, menanyakan hal kecil merupakan bentuk kepedulian kita akan seseorang. Apalagi seorang kekasih seperti dirinya. Ia tidak pernah bosan akan pertanyaan kecil tersebut. Ini juga salah satu alasan mengapa aku menyayanginya. Karena dengan begitu, ia peduli kepadaku.

Aku melihat sepasang kekasih sedang bercengkrama di sebuah cafe di pinggir jalan. Hal itu mengingatkanku akan seseorang lelaki yang saat ini sedang berada di kantin kampus sana. Ahh.. kalau saja aku tadi menerima ajakannya,  mungkin saat ini dirinya sudah mengetahui rasa di hatiku. Tapi, tidak mungkin juga aku mengingkari janjiku dengan kekasihku yang sebenarnya. 

Tampaknya hidup mempersilakanku untuk menyayangi dua orang secara bersamaan, tapi takdir mengharuskanku untuk hidup bersama salah satunya saja.

Aku tersadar dari lamunanku saat mobil berhenti di sebuah perempatan besar tidak jauh dari tempat tinggalku. Mobil kami berhenti tidak lama karena beberapa detik kemudian lampu lalu lintas berubah hijau. Mobil berjalan pelan melintasi perempatan tersebut. Namun kejadian berikutnya terasa sangat cepat.

Tiba-tiba sebuah truk menerobos lampu lalu lintas dan datang dengan kecepatan tinggi dari arah samping kanan mobil yang kami tumpangi. Suara keras klakson truk tersebut mengejutkan kami yang sadar bahwa waktu kami untuk hidup di dunia ini tidak akan lama lagi.

Suara hantaman truk tersebut dengan mobil kami memekakkan telinga. Kepalaku terbentur ke jendela samping dan dashboard yang ada di depanku. Aku sempat melihat kepala kekasihku yang mengenakan kupluk merah berayun-ayun tidak terkendali dan membentur apa saja yang menghalanginya.

Pecahan kaca berserakan. Tubuh bagian kananku mati rasa. Mobil kami terpelanting menyamping dan terguling. Aku menggenggam tangan kekasihku, mengharap rasa nyaman. Ia tidak balas menggenggam tanganku. Aku tidak tahu kemana ia pergi, namun yang aku tahu pasti, aku tidak akan melepaskannya.

Kepalaku menghantam jendela samping mobil dengan kerasnya. Jendela itu pecah. Hidupku berakhir. 

Sebelum aku menutup mata untuk untuk selamanya, aku sadar bahwa aku ingin pergi ke kantin kampus. Karena aku tidak ingin rasa ini kupendam tanpa kusampaikan. Aku ingin menyampaikan pesan terakhirku.


Giggle Box Setiabudi, Bandung
17 Desember 2012
07.45 PM

Wednesday, January 2, 2013

Dari Dufan Hingga Cibungur

Saya biasanya adalah orang yang jarang liburan. Liburan dalam artian pergi-pergi ke luar kota. Karena biasanya terkendala oleh beberapa hal seperti waktu dan uang. Tapi minggu kemarin, tepatnya dari hari Kamis tanggal 27 Desember 2012 sampai 1 Januari 2012 saya benar-benar liburan dalam artian pergi ke luar kota.

Dimulai dari tanggal 26 Desember 2012 malam, @ririrakhman menghubungi saya dan mengajak saya untuk pergi bareng @gellarramadhan, @reninurul, dan @chaerriz ke Dunia Fantasi Ancol karena mereka dapat tiket gratis dari salah satu tempat mengajar mereka. Saya kira acaranya baru minggu depan, ternyata berangkatnya besok subuhnya. Tapi, karena gratis *uhuk*, saya bela-belain ikut juga. Lumayan lah. Kapan lagi ke dufan gratis?

Alhasil saya pergi ke Dufan Kamis, 27 Desemer 2012. Pergi dari rumah pukul 04.30 pagi dan tiba kembali di rumah sekitar pukul 00.30 Jum'at, 28 Desember 2012. It's totally fun! (ya iyalah gratis..)

Here are some pics:

 Di depan gerbang Dufan

 Nah ini wajah Reni dan Gellar sebelum Kora-kora-nya di mulai

Dan ini lah muke-nya Reni saat Kora-kora udah mulai

Sebenarnya kita bukan cuma naik Kora-kora. Tapi berhubung baterai Blackberry saya mati dan foto-foto lainnya ada di teman-teman lain dan belum diunggah ke facebook, jadi ya segini dulu aja gambarnya. fufufu

Tanggal 28 Desember dini hari itu saya baru pulang dari Dufan, tapi siang harinya, saya pergi ke kota buat nonton penampilannya @ijey yang manggung di BIP dalam acaranya Radio Urban Bandung, CSI: Cover Song Indie. 

Silakan liat sendiri penampilannya @ijey yang bawakan lagu Call Me Maybe dari Carly Rae Jepsen. Rae Jepsen ya. Bukan Carly ST 12.


Setelah itu kami, seperti biasa, kumpul-kumpul nongkrong sambil beradu ke-sotoy-an akan suatu hal di salah satu cafe di jalan Merdeka. Juga merencanakan untuk tahun baruan di Purwakarta, di tempatnya @ijey dan berangkat tanggal 31 Desember naik bus dari Leuwi Panjang.

Saya pulang ke rumah sekitar jam 11 malam hari itu. Begitu sampai di rumah, mama minta diantar ke Jakarta buat ke undangan. Enggak tanggung-tanggung, ada dua undangan dalam dua hari yang berbeda. Well, ya udah cabut aja. Daripada diem di rumah enggak ada kerjaan. Akhirnya saya pergi ke Jakarta tanggal 29 Desember 2012 bareng dengan saudara-saudara lainnya juga.

Kami berangkat sekitar jam 09.30 dari Bandung. Acara pernikahannya bertempat di Jakarta jam 12 siang dan selesai sekitar jam 14.30. Saya kira kami bakalan pulang langsung ke rumah saudara dan istirahat buat besok. Yeaaaa.. Not. Kami malah pergi ke Sentul untuk ketemu salah satu kerabat.

Sebenarnya saya sempat malas juga harus pergi ke Sentul dulu, karena saya lelah dan ingin istirahat. Namun ternyata, lelah saya dibayar saat makan malam di sana. Kami semua pergi ke Pasar Apung Ah Poong di Sentul City.
Pasar Apung Ah Poong pada malam hari tampak dari seberang sungai

Saya merekomendasikan sekali tempat ini bagi anda pecinta kuliner. Tempatnya nyaman, makanannya enak, dan pemandangannya indah sekali. Konsep tempat makan ini menurut saya sangat keren. Saya janji enggak akan malas lagi kalau ke Sentul, terutama kalau ke Ah Poong. Dan ada yang bayarin.

Kami akhirnya pulang ke rumah saudara yang ada di daerah Bekasi. Istirahat. Besoknya, kami pergi jam 12 siang untuk menghadiri undangan di Halim, Jakarta. Saya baru sekali itu mendatangi acara pernikahan menggunakan adat Sumatera Barat. Sebenarnya, hanya pakaiannya saja yg adat Sumatera Barat, acaranya sendiri sebenarnya campur-campur. Ada lagu-lagu dari Jawa Timuran juga, karena salah satu keluarga mempelai asalnya dari Jawa Timur. Tapi acaranya asik. Pengantin terlihat bahagia. Makanannya enak-enak. Juga yang paling penting, ceweknya cakep-cakep.

Selesai dari undangan tersebut, mama dan saudara dari Bandung pulang ke Bandung. Saya, yang tanggal 31-nya akan pergi ke Purwakarta, memilih tidak ikut dan pulang ke rumah saudara di Bekasi lagi. Akhirnya saya di-drop di pintu tol Bekasi Barat dan mereka putar balik kembali masuk tol dan menuju Bandung. Saya? Memilih untuk jalan-jalan dulu.

Akhirnya saya tidak langsung pulang dan pergi ke Mall Meropolitan untuk nonton 5cm sendirian. Saya juga akhirnya menulis resensi film 5cm yang bisa di lihat di sini.

Saya kemudian pulang dan istirahat karena besok pagi-nya saya harus berangkat ke Purwakarta dari Bekasi. Ngok.. Saya menyesal pergi dari Bekasi karena ternyata berangkat dari rumah ke terminal saja maceeeet banget dan menghabiskan waktu sampai satu setengah jam.. Tahu begitu saya pergi dari Bandung saja. Dari rumah ke terminal cuma setengah jam.

Ke-apes-an saya tidak sampai di sana, saya harus mengalami kemacetan hampir tiga jam saat bis memasuki tol purbaleunyi karena ada yang kecelakaan. Setelah perjalanan membosankan karena macet tersebut,  akhirnya saya tiba di rumah @ijey. Di sana sudah ada teman-teman #LimamuUnite yang lain yang berangkat dari Bandung.

Setelah saya sampai, tidak lama kami pergi ke tempat Es Ciming yang sepertinya hanya ada di Purwakarta. Es Ciming itu adalah es serut yagn diberi susu dan sirup kemudian di dalamnya ada kacang hijau dan cendol. Rasanya enak. Saya pengen lagi.

Setelah dari sana, kami nongkrong di salah satu pusat perbelanjaan di Purwakarta yang ada KFC-nya. Well, jauh-jauh ke Purwakarta, tetep aja nogkrong sih di KFC. Anak jaman sekarang. *geleng-geleng*

Setelah dari KFC, kami pulang ke rumah @ijey untuk istirahat, mandi, sholat, dll. Jam setengah sembilan malam kami pergi lagi, kali ini kami pergi ke pusat keramaian tahun baru di Purwakarta. Ternyata warga Purwakarta memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan tahun baru.

Beberapa ruas jalan ditutup bagi kendaraan. Alhasil jalan terssebut hanya digunakan oleh para pejalan kaki. Sepanjang jalan terdapat panggung-pangung kecil yang menampilkan sajian budaya. Ada banyak sekali sajian apik yang ditampilkan para warga Purwakarta. Ini beberapa gambarnya.

 Orkes Keroncong Surya Gemilang.

 Wayang Golek Putra Kahuripan

 Calung

 Pencak Silat

Perkusi

Kami juga diajak berkeliling ke Situ Buleud, gedung pemerintahan kabupaten Purwakarta, dll. Hingga akhirnya kami melewatkan tahun baru di tengah salah satu jalan di Purwakarta dengan menyaksikan pesta kemabang api. Gandeng sih, tapi pemandangannya bagus.

Besok paginya kami bersiap untuk pulang kembali ke Bandung. Tapi sebelumnya, kami pergi terlebih dahulu untuk menyantap sajian kuliner khas kota Purwakarta, Sate Maranggi. Kami pergi ke salah satu rumah makan Sate Maranggi Cibungur di Purwakarta. Saya takjub sama tempat makan ini. 

 Ada kali 10 orang lebih buat ngebakar satenya

 Bapak ini ngulek sambel tanpa henti. Porsi banyak. Rasa tetep enak

Dan ini lah penampakan meja tempat kami makan

Tempat sate ini memiliki lahan yang luas dan tiap mejanya penuh oleh pengunjung. Sampai-sampai pengunjung yang lain harus berebutan tempat saat ada pengunjung yang telah selesai makan. Tidak mengherankan karena, biarpun harganya relatif mahal untuk ukuran satu tusuk sate, sate maranggi Cibungur ini luar biasa enaknya. Saya sendiri habis sekitar *beep* tusuk sate sendirian. Satu-satunya sate yang bisa membuat saya merasakan foodgasm.

Es kelapanya wajib menemani sebagai teman makan supaya lebih nikmat. Sambel tomatnya wajib disertakan. Nikmat sekali. Lagi-lagi, tak heran bila setiap lima menit setidaknya ada tiga mobil yang masuk ke parkiran tempat makan ini.

Kenyang makan, kami kemudian pulang ke Bandung naik bus Cikarang-Bandung yang melewati Purwakarta.

***

Well, itulah liburan saya yang melelahkan, tapi menyenangkan. Tapi lelahnya Dufan-Bandung-Jakarta-Bekasi-Purwakarta-Bandung jadi tidak terasa saking awesome-nya liburan ini.

Saya menyadari suatu hal yang penting, yang harus ada saat berlibur agar liburan kita menjadi luar biasa: teman liburan yang mengasyikan.




Photo by: Ines

Thanks for reading! Semoga liburan kalian juga menyenangkan! :D

PS: Jangan penasaran sama berapa tusuk total sate yang saya makan ya. Nggak banyak kok. Cuma seperampatnya *beep*. #eh :))