Wednesday, June 19, 2013

Masih Ada Enam Pasang Calon Lain



Dalam beberapa hari lagi, Bandung akan mulai memilih pemimpin barunya. Ada delapan sosok yang harus warga Bandung lihat dengan seksama agar kota ini tidak kembali jatuh ke tangan pemimpin yang tidak bisa membawa Bandung ke arah yang lebih baik.

Berbeda dengan tulisan saya sebelumnya, tulisan ini tidak akan saya tulis menggunakan sarkasme. Saya akan menulis secara jelas dan langsung bahwa menurut saya, memilih Ayi-Nani (AYAN) dan kang Edi-Erwan Setiawan (kESET), meskipun pilihan tetap kembali saya serahkan sebebas-bebasnya kepada masing-masing pemilih, adalah sebuah kemunduran dan kebodohan.

Mengapa? Seperti tulisan saya sebelumnya (dalam sarkasme), mereka telah gagal membawa Bandung ke arah yang lebih baik. Hal ini dapat terlihat dari jalan berlubang yang tak kunjung diperbaiki, banjir di mana-mana, tidak pedulinya mereka dengan RTH di Bandung dan malah ingin mengubahnya menjadi sebuah restoran, sampah yang menggunung di pinggiran jalan-jalan dan tidak diurus, tidak adanya gorong-gorong yang menyebabkan banjir cileuncang, tidak adanya usaha dalam perbaikan sarana transportasi di Bandung yang menyebabkan pada meningkatnya volume kendaraan pribadi di Bandung, dan masih banyak hal lainnya yang tidak bisa mereka selesaikan.

Hal-hal di atas belum termasuk dugaan korupsi dana bansos pada masa pemerintahannya yang saat ini sedang di proses oleh KPK. Pada kasus tersebut, "Edi Siswadi menyatakan dia pernah mendapatkan perintah dari Dada Rosada untuk mengumpulkan uang. Menurut Edi, saat itu Dada meminta kepadanya untuk melakukan koordinasi. Dia membenarkan koordinasi itu dilakukan dengan kepala dinas."

Menurut logika saya, hal di atas tidak bisa dibenarkan. Kalau Edi sudah tahu bahwa hal tersebut salah, maka Edi harusnya tidak melakukan apa yang diperintahkan Dada. Jika Edi adalah tipe orang yang melakukan apa yang diperintahkan atasan padahal tahu bahwa hal tersebut adalah salah, maka Edi bukanlah seorang pemimpin yang baik dan tidak pantas dipilih. Ia lebih cocok menjadi bawahan, kacung, yang bisa diperintah semaunya.

Sama juga seperti Erwan Setiawan, Ketua DPRD periode lalu. Dengan adanya kasus ini, fungsi pengawasan dari lembaga yang ia pimpin patut dipertanyakan. Lalu, dengan ketidakmampuan dirinya meng-handle lembaga legislatif, apa ia sanggup meng-handle lembaga eksekutif? Saya meragukannya.

Hal tersebut juga dapat diaplikasikan pada Ayi. Ayi, yang merupakan wakil walikota dari Dada Rosada, harusnya juga mengetahui apa yang sedang terjadi mengenai kasus ini. Dalam berita-berita yang ada, Ayi selalu menangkal bahwa ia tidak menggunakan sedikitpun dana Bansos. Saya sih mau berpikiran positif saja, mungkin memang benar Ayi tidak menggunakan dana tersebut. Tapi masa sih Ayi tidak mengetahui apapun soal penyimpangan dana ini?

Saya ambil positifnya lagi. Oke deh, Ayi memang sama sekali tidak tahu tentang penyimpangan dana bansos yang terjadi di bawah hidungnya. Tapi, pertanyaan saya sama seperti kasus Edi: jika memang itu faktanya, apakah Ayi seorang pemimpin yang baik? Karena setahu saya, seorang pemimpin yang baik harus awas dengan keadaan sekitarnya. Jika Ayi tidak bisa menyadari apa yang sedang terjadi di sekitarannya, lalu apa bisa dirinya melihat apa yang sedang terjadi di seluruh Kota Bandung?

Lalu, istri dari Dada Rosada, Nani Rosada (Suryani), apa kah ia adalah sosok pemimpin yang baik? Mengawasi apa yang dilakukan suaminya saja ia pantas diragukan, apa ia sanggup mengawasi Kota Bandung dan seluruh isinya?

Silakan jawab sendiri.

***

Delapan pasang calon. Dua pasang calon incumbent terbukti gagal. Masih ada sisa enam calon lainnya yang harus diberi kesempatan untuk memperbaiki Bandung.

Silakan, pilihan saya berikan kepada para pemilih untuk memilih enam pasang calon lain selain calon incumbent. Para calon incumbent tersebut telah diberi kesempatan dan gagal, maka dari itu, saya tidak megharapkan mereka duduk lagi di Balai Kota sana. Ada enam pasang calon lain yang lebih pantas untuk diberi kesempatan untuk membawa Bandung ke arah yang lebih baik.

Disclaimer: Saya hanya seorang warga yang sudah jengah dengan keadaan Kota Bandung saat ini.

Tuesday, June 4, 2013

Soal Totem dan Ending Inception



Belakangan, profesi baru saya memaksa saya untuk harus banyak membaca tentang film. Baik itu berita film terbaru, film lama, review film, maupun diskusi-diskusi tentang film, dan lain sebagainya. Menyenangkan, karena profesi saya tersebut sebenarnya membahas hal yang saya sukai.

Karena banyak membaca artikel tentang film tersebut, saya sempat 'nyasar' dalam sebuah forum diskusi yang membahas tentang salah satu film fenomenal karya Christopher Nolan, Inception (2010). Memang film tersebut fenomenal, namun setelah membaca forum diskusi tersebut, tampaknya label kontroversial juga pantas disematkan untuk film tersebut karena ternyata film tersebut banyak memicu teori-teori yang diperdebatkan oleh para penikmat film. Salah satu hal yang diperdebatkan adalah mengenai totem yang digunakan oleh sang tokoh utama.

Inception production still 13 Inception Ending Explained
Cobb sedang melihat totem-nya yang sedang berputar

Dalam film tersebut, diceritakan seorang perampok ulung bernama Dom Cobb (DiCaprio) yang menggunakan mimpi sebagai mediumnya diminta oleh seorang pengusaha kaya raya, Saito (Watanabe), untuk melakukan 'inception' pada pewaris tahta Robert Fischer, Jr. (Murphy) agar bisnis yang dijalankan oleh Saito dapat berjalan dengan lancar. Cobb yang dijanjikan untuk dapat kembali ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan anak-anaknya setelah dirinya menjadi buronan di negara tersebut bersedia untuk melakukan hal itu.

Dalam film tersebut, Cobb dan rekan-rekannya yang sering 'keluar-masuk' mimpi orang lain maupun mimpinya sendiri memiliki sebuah benda kecil dengan bentuk khas yang dibuat oleh masing-masing dari mereka. Benda kecil yang mereka sebut totem tersebut berfungsi sebagai penanda apakah mereka sedang ada di dunia mimpi ataukah di dunia nyata. Totem bisa bermacam-macam bentuk, yang pasti berbentuk kecil. Sebagai contoh, totem milik Cobb adalah sebuah gasing kecil peninggalan istrinya yang tidak berhenti berputar jika ia berada di dalam mimpi. Ada juga yang berbentuk dadu seperti milik Arthur (Gordon-Levitt), ataupun berbentuk bidak catur seperti milik Ariadne (Page) yang tidak bisa jatuh jika ia sedang berada di dalam mimpi.

Sampai di sini, saya mau menahan pembaca yang belum pernah menonton filmnya agar tidak membaca lebih lanjut karena akan ada pembahasan tentang akhir cerita dari film ini. Kecuali jika memang tidak keberatan, ya silakan lanjutkan.

Di akhir cerita, Cobb akhirnya dapat kembali ke AS setelah Saito menepati janjinya agar Cobb dapat kembali ke negara tersebut dan menemui anak-anaknya setelah misi 'inception'-nya berhasil. Saat Cobb tiba di rumahnya, ia yang tidak percaya bahwa akhirnya ia dapat kembali bertemu dengan anak-anaknya dan mulai memutar totem yang dimilikinya untuk meyakini bahwa ia tidak berada di alam mimpi. Setelah melihat anak-anaknya, ia seakan langsung tidak peduli dengan totem tersebut dan meninggalkannya. Totem itu terus berputar dan akhirnya film itu berakhir.

Film tersebut seakan tidak memberikan jawaban apakah Cobb sedang berada di alam mimpi atau di dunia nyata. Banyak fans yang berpendapat bahwa Cobb masih berada di alam mimpi, karena totem tersebut tidak jatuh dan masih berputar. Namun ada juga yang bilang bahwa Cobb ada di dunia nyata karena mereka mendengar suara totem tersebut jatuh saat film berakhir walaupun hal tersebut tidak digambarkan.

Bagaimana tanggapan sang sutradara sendiri? Nolan menyerahkan hal tersebut kepada penonton. Ia berkata, bagi yang menyukai akhir film dengan Cobb berada di mimpi, silakan. Bagi yang berpikir sebaliknya, silakan. Namun, ia sendiri memilih untuk percaya bahwa Cobb telah ada di dunia nyata, bukan di alam mimpi walau totem tersebut tidak diperlihatkan jatuh.

Menarik untuk membahasnya lebih lanjut. Namun ada salah satu teori yang menurut saya membuat film ini luar biasa. Tentang totem orisinal milik Cobb. Dalam cerita tersebut, totem berbentuk gasing yang digunakan oleh Cobb adalah peninggalan dari istrinya yang bunuh diri setelah dirinya tidak bisa membedakan antara dunia nyata dan mimpi. Lalu, kemana totem asli milik Cobb?

Setelah saya membaca diskusi-diskusi yang dibuat oleh para penggemar Inception tersebut, saya cukup tercengang ketika ada yang mengatakan bahwa totem milik Cobb adalah cincin kawin miliknya. Teori tersebut mengatakan bahwa di dalam mimpi, Cobb selalu tampak menggunakan cincin tersebut. Sementara di dunia nyata, ia tidak pernah menggunakannya. Penasaran dengan kebenaran teori tersebut, saya langsung menonton kembali film tersebut untuk membuktikan hal tersebut. Hasilnya? Tepat. Cobb menggunakan cincin dalam mimpi namun tidak pada dunia nyata.

Namun bagi saya, hal tersebut bukanlah bukti bahwa cincin tersebut adalah totem milik Cobb. Melainkan, untuk penonton. Mengapa? Karena penonton pun, menurut saya, perlu untuk mengetahui apakah mereka sedang menonton scene  mimpi atau realita, dan Nolan adalah sutradara yang peduli akan hal detail semacam itu. Sedangkan, untuk totem milik Cobb bisa saja berbentuk lain yang tidak diceritakan oleh filmnya.

Satu pertanyaan tersisa, pada scene terakhir saat Cobb bertemu dengan anaknya, dan totem gasing tersebut tidak berhenti berputar, apakah Cobb menggunakan cincinnya? Tidak. Jadi, jika Anda percaya akan teori totem cincin tersebut, maka akhir dari film ini dapat terbaca dengan jelas.

Anda percaya yang mana? :)
***


(Warner Bros. Pictures) Directed by: Christopher Nolan Starring: Leonardo DiCaprio, Ken Watanabe, Cillian Murphy, Ellen Page, Joseph Gordon-Levitt, Tom Hardy, Sir Michael Caine, Marion Cotillard Running time: 148 minutes Budget: $160 million




PS: Jika saya disuruh membuat daftar 10 film terbaik sepanjang masa yang pernah saya tonton, maka film ini akan masuk dalam daftarnya. Setuju?

Saturday, May 4, 2013

Alasan Mendukung Ayi-Nani atau Edi-Erwan

Jika saya disuruh memilih dari kedelapan pasang bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bandung periode 2013-2018, sudah dipastikan saya akan memilih calon petahana, baik itu Ayi Vivananda - Nani Rosada (AYAN) atau pun kang Edi Siswadi - Erwan Setiawan (kESET).

Bagi mereka yang tidak begitu mengenal nama-nama tersebut, Ayi Vivananda merupakan wakil wali kota Bandung 2008-2013, ia memenangkan pemilihan wali kota pada tahun 2008 saat berpasangan dengan Dada Rosada sang wali kota visioner. Dan Nani Rosada adalah istri sang wali kota tercinta.

Sementara itu, Edi Siswadi merupakan sekretaris daerah kota Bandung 2008-2013. Pasangannya, Erwan Setiawan, adalah ketua DPRD Kota Bandung 2008-2013. Dirinya juga merupakan anak dari salah satu tokoh terkenal di Bandung yang merupakan manajer klub sepak bola kebanggaan Bandung Persib, Umuh Muhtar. Biarpun begitu, Persib amat sangat dipastikan tidak akan dijadikan alat politik untuk mendukung pasangan ini.

Alasan saya lebih mendukung mereka dibandingkan dengan calon lainnya sebenarnya sederhana. Saya kagum dengan pencapaian program wisata kota Bandung yang mereka buat selama masa periode kepengurusannya.

Selama masa kepengurusannya, mereka benar-benar telah melakukan ide-ide yang luar biasa dalam perkembangan wisata kota Bandung. Ide-ide mereka tersebut sangat tidak biasa. Belum pernah saya melihat pemerintah suatu kota membuat sebuah wahana wisata dalam kota secara cuma-cuma. Maka dari itu, seluruh lapisan masyarakat kota Bandung maupun pedatang akan dapat merasakan wahana dalam kota tersebut.

Salah satu wahana wisata tersebut adalah wisata off-road dalam kota. Wisata off-road dalam kota ini membentang dari selatan hingga utara, dari barat hingga timur Kota Bandung. Seluruh jalan di Bandung, baik itu jalan utama ataupun jalan kecil, siap membuat para penggunanya memacu adrenalin saat menikmati wahana off-road tersebut. Wisata off-road ini juga tidak hanya dapat dinikmati oleh pengendara bermotor, namun juga para pejalan kaki yang akan menikmati sensasi berjalan di hutan saat ia berjalan di trotoar.


Tidak ada pemerintah kota lain yang memikirkan ide luar biasa ini. Tidak ada kota lain yang membiarkan jalanannya rusak. Namun, para pemimpin petahana tersebut membiarkan jalan dan trotoar sepanjang Bandung tersebut rusak selama bertahun-tahun tanpa perbaikan untuk kepentingan wisata kota Bandung. Cool!


Wisata dalam kota lainnya adalah wisata arung jeram. Jika cuaca sedang hujan dan anda berada di sekitar daerah utara kota Bandung seperti Dago atau Setiabudi, siapkan perahu karet dan nikmatilah wisata arung jeram dalam kota gratis ini. Drainase di Bandung seakan sengaja ditutup atau tidak diperbaiki agar volume air ketika hujan meningkat. Lagi-lagi, ini adalah ide brilian dari para pemimpin petahana tersebut.


Selain dua program wisata di atas, masih banyak lagi program-program wisata dalam kota yang dikembangkan selama 10 tahun kebelakang saat Bandung dipimpin Dada Rosada dan kawan kawan. Masih ada wisata gunung sampah dalam kota berupa bukit-bukit gunung di pinggiran jalan kota Bandung, wisata safari malam dalam kota (jalanan kota dibuat gelap seperti di hutan, tanpa lampu jalanan), juga wisata penghancuran gedung kuno bersejarah Bandung.

Program-program wisata tersebutlah yang membuat Bandung berbeda dari kota lainnya di dunia. Harusnya, pasangan lainnya malu akan pencalonan dirinya karena pastinya mereka bisa mematikan program-program wisata ini. Maka dari itu, menurut saya, adalah harga mati untuk mendukung kedua pasang calon petahana tersebut dalam pilwalkot Bandung 2013 ini. Bravo AYAN dan (k)ESET!

Gambar:
http://www.pikiran-rakyat.com/node/233355
http://www.pikiran-rakyat.com/node/233629
http://www.pikiran-rakyat.com/node/233715

Sunday, March 31, 2013

Every Movie Is Propaganda

Setiap film adalah suatu propaganda. Setiap film pasti bias. Setiap film pasti memiliki tujuan tertentu.

Itu menurut saya sendiri. Soal ada orang yang pernah mengatakan hal-hal di atas, saya tidak tahu. Karena setelah saya cari di Google, saya tidak menemukan ada orang yang berkata seperti itu. Paling hanya beberapa orang yang menyebut suatu film merupakan propaganda akan sesuatu.

Maka dari itu, saya tidak begitu suka jika ada orang yang bercuap-cuap "film A adalah propaganda blablabla.. ceritanya bias blablabla.." lalu menjelek-jelekkan sutradara/produser, dan negara asal film tersebut. Sebenarnya letak ketidaksukaan saya lebih terletak pada hal kedua; menjelek-jelekkan film tersebut. Membeberkan analisis yang membeberkan sebuah film adalah propaganda, saya masih bisa baca dan terima. Namun menjelek-jelekkan filmnya? Menurut saya orang tersebut, meminjam istilah anak Twitter, kurang piknik.

Film adalah propaganda. Menjelek-jelekkan film, yang jelas-jelas memiliki maksud tertentu, adalah sesuatu yang tidak perlu. Apalagi film tersebut dibuat dan dibiayai oleh negara yang menguasai media dan mengendalikan arus informasi seperti AS. Jadi, sekali lagi, menjelek-jelekkan film hanya karena kita bisa melihat propaganda pada film tersebut adalah sesuatu yang tidak perlu.

Sebuah film dikatakan buruk karena teknis eksekusinya buruk atau ceritanya yang kurang menarik. Bukan karena kita dapat melihat propaganda di balik film tersebut.

Tuesday, March 26, 2013

#ImagineBDG: Lingkung Bandung

Belakangan ini, di lini masa akun Twitter pribadi saya, saya kerap menemukan sebuah tagar #ImagineBDG. Awalnya saya tidak mengetahui apa makna dari tagar tersebut. Namun minggu lalu, setelah saya akhirnya menemukan akun Twitter @ImagineBDG, saya menyadari kegunaan dari tagar tersebut. Tagar tersebut biasanya digunakan untuk menyampaikan harapan dan ide-ide kreatif orang Bandung untuk kotanya.

Setelah saya baca, saya merasa bahwa sebenarnya, banyak anak-anak muda Bandung yang memiliki ide-ide kreatif untuk membuat Bandung menjadi lebih baik. Setelah membaca ide dan harapan penduduk Bandung (yang punya akun Twitter), saya jadi ingin ikut menyampaikan ide juga untuk kebaikan kota yang dilingkung gunung ini.

Ide saya bukanlah ide yang orisinal. Namun, Bandung, sebagai kota yang konon diisi oleh orang-orang yang kreatif, belum memiliki hal ini: Film mengenai kehidupan sehari-hari kota Bandung.

Paris punya Paris, je t'aime. New York punya New York, I Love You. Rio de Janiero punya Rio, Eu Te Amo. Saya tidak bilang bahwa film tentang Bandung dalam pikiran saya harus bertemakan cinta seperti ketiga film di atas, karena Jakarta membuat film Jakarta Maghrib yang menggambarkan keadaan Jakarta pada waktu maghrib, tidak melulu tentang cinta.

Namun, film tentang Bandung ini, baiknya mengambil konsep seperti ketiga film pertama, yaitu disutradarai oleh banyak sutradara, sehingga memiliki banyak film-film pendek dengan cerita berbeda dari berbagai sudut pandang. Tidak seperti Jakarta Maghrib yang disutradarai oleh satu sutradara, meskipun dibagi menjadi beberapa segmen cerita.

Dalam bayangan saya, pembuatan film tentang Bandung ini nantinya akan dijadikan sebuah sayembara. Produser (yang dalam bayangan saya adalah salah satu sutradara/produser kawakan Indonesia dan pemerintah terkait) nanti akan meminta anak-anak muda Bandung untuk mengirimkan naskah cerita mengenai kota Bandung berdurasi 5-7 menit. Naskah dengan cerita yang menarik akan dipilih kemudian dibantu proses pembuatan film-nya. Para sineas muda kota Bandung tersebut dapat dicari di kampus-kampus negeri dan swasta kota Bandung yang banyak memiliki komunitas film.

Para sineas muda tersebut mendapatkan porsi sebesar 70 persen pada film tersebut, 30 persen sisanya akan lebih baik jika diisi oleh karya dari sutradara dan penulis naskah asal Indonesia (akan lebih baik jika berasal dari Bandung) yang sudah ternama. Selain untuk "menjual" film tersebut, sutradara-sutradara yang sudah terkenal dan berpengalaman tersebut juga akan membantu menjaga kualitas film para sineas muda kota Bandung di film tersebut.

Banyak ide cerita yang bisa diangkat dari kota Bandung. Misalnya, mulai dari kisah percintaan antar kampus, kehidupan keras anak jalanan, kehidupan religius, rutinitas kantoran, pergerakan komunitas kreatif, sampai kisah kehidupan glamor kota Bandung di malam hari, dll. Dari pagi hari ketika warga Bandung memulai aktivitasnya, hingga malam hari saat mereka pulang ke rumah masing-masing.

Tujuan dari dibuatnya film ini bisa bermacam-macam, salah satunya adalah "pamer" kreatifitas orang Bandung. Selain itu, film tersebut juga bisa dijadikan satir mengenai kehidupan orang-orang Bandung yang sekarang sudah mulai mengarah ke arah kehidupan yang individualistis. Dan tentunya, film ini bisa mengangkat kembali nama Bandung di kancah nasional, atau bahkan internasional.

Well.. itu hanya ide saja. Semoga saja nantinya Bandung bisa membuat salah satu film seperti apa yang saya bayangkan. Semoga.

PS: Kalau benar film seperti ini akan dibuat, saya ingin film ini diberi judul Lingkung Bandung. Ada masukan judul lainnya? :D

Monday, March 25, 2013

Nostalgie à Paris

Membuat tulisan tentang film tidak melulu harus up-to-date, kan? Karena saya ingin sekali menulis sesuatu tentang sebuah film tahun 2011 lalu yang menurut saya sangat indah, Midnight in Paris.


Midnight in Paris merupakan film komedi romantis fantasi karya sutradara kawakan Hollywood, Woody Allen. Film karya Woody Allen ke-41 tersebut bercerita tentang seorang penulis asal Amerika Serikat yang sedang berlibur di ibu kota Perancis, Paris. Saat ia berjalan sendirian tengah malam, ia mendapati dirinya pergi ke tahun 1920an, era yang ia kagumi. Di sana, ia bertemu dengan banyak tokoh-tokoh idolanya seperti Zelda dan F. Scott Fitzgerald, Ernest Hemingway, Pablo Picasso, Salvador Dali, Cole Porter, dan lain-lain.

Film ini mendapat tiga nominasi dan memenangkan satu Piala Oscar. Maka dari itu, saya tidak akan mengomentari segi teknis film seperti sinematografi, tata musik atau kualitas akting para pemainnya, karena menurut saya, seluruhnya brilian. Terutama sinematografinya yang menggambarkan kota Paris dengan sangat indahnya. Saya hanya ingin sedikit menulis tentang kekaguman saya akan cara Woody Allen bercerita akan pemikirannya. 

Woody Allen, seperti kita kenal dari film-film sebelumnya, senang menggelitik pikiran kita akan suatu ide. Kali ini, yang saya rasakan saat menonton film ini, ia menggelitik kita tentang ide mengenai "nostalgia". Dalam film tersebut, ia mengatakan (melalui salah seorang karakter) bahwa konsep nostalgia sebenarnya adalah sebuah penolakan atas keadaan yang tidak menyenangkan di masa sekarang. Nostalgia akan timbul saat kita merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitar kita saat ini, dan kita akan mulai mengingat-ingat hal indah pada masa lalu.

Yang menarik adalah, dalam film ini, nostalgia tidak hanya tentang melihat sebuah kenangan indah masa lalu milik seseorang. Namun juga tentang bagaimana seseorang membayangkan indahnya masa lalu jika dapat hidup di era tersebut. Inilah yang terjadi pada Gil Pender, tokoh utama film tersebut.

Bayangkan, betapa menyenangkannya dapat beradu pendapat dengan Hemingway tentang bagaimanakah seorang penulis yang hebat. Berargumen dengan Man Ray mengenai surrealisme. Bertukar pikiran mengenai tulisan dengan seorang Gertrude Stein. Betapa beruntungnya seorang Gil Pender, yang seorang penulis, dapat betukar pikiran dengan tokoh-tokoh tersebut. Benar-benar nostalgia yang sangat indah.

Saya sendiri jadi membayangkan bagaimana jika saya atau anda bernostalgia bertemu dengan tokoh idola masing-masing (setidaknya sampai pertemuan tersebut). Saya membayangkan mengobrol dan bertukar pendapat dengan Herman Melville, Sjuman Djaja, Pramoedya Ananta Toer, Jane Austen, Steve Jobs, M. Hatta, Shakespeare, Fujiko F. Fujio, dan lain-lain. Atau bahkan dengan tokoh-tokoh idola saya yang masih hidup seperti Christoper Nolan, Spike Lee, Chris Martin, J.K. Rowling, Goenawan Mohammad, Noam Chomsky, Harper Lee, dan bahkan Woody Allen sendiri. Tentu saja, akan sangat menyenangkan.

Menurut pandangan sinis saya, sebenarnya film ini hanyalah suatu film buah dari liarnya pemikiran Woody Allen yang mengharapkan dapat bernostalgia bertemu dengan idola-idolanya sendiri. Dan, Woody Allen memang seorang sutradara dan penulis yang sering menggunakan referensi mengenai psikoanalisis dalam filmnya. Hanya saja dalam film ini, ia bercerita dengan indahnya sampai-sampai saya sendiri membayangkan bernostalgia dengan idola saya sendiri.

***

Judul Film: Midnight in Paris
Genre: Komedi, Drama, Fantasi
Tanggal Rilis Perdana: 20 Mei 2011
Durasi: 94 mins.
Produser: Letty Aronson, Stephen Tenebaum, Jaume Roures

Sutradara: Woody Allen
Penulis: Woody Allen
Pemain Utama: Owen Wilson (Gil Pender), Rachel McAdams (Inez), Marion Cotillard (Adriana), Kathy Bates (Gertrude Stein), Adrien Brody (Salvador Dali), Corey Stoll (Ernest Hemingway), Tom Hiddleston (F. Scott Fitzgerald), Allison Pill (Zelda Fitzgerald)




PS: Kalau nostalgia dalam pikiran saya di-filmkan, kira-kira judul yang tepat apa ya? :)

Sunday, March 24, 2013

Siapa Menang?

Morgan Freeman @ 69th Annual Golden Globes Awards 01 crop.jpg Liam Neeson Deauville 2012.jpg Ian McKellen.jpg
(ki-ka: Morgan Freeman, Liam Neeson, Sir Ian McKellen)

Singkat saja.

Akan menjadi suatu hal yang menarik kalau saja seorang aktor bisa mendapatkan kemampuan karakter yang pernah ia perankan. Jika itu benar terjadi, pasti akan ada akor-aktor super, dan tiga aktor berikut pasti akan menjadi aktor-aktor terhebat: Sir Ian McKellen, Morgan Freeman, dan Liam Neeson. Tapi, dari ketiga aktor tersebut, siapa yang menang menjadi yang paling kuat?

Sir Ian McKellen pasti menjadi salah satu yang terkuat. Ia adalah Magneto dalam X-Men saga, dan Gandalf dalam trilogi The Lord of The Rings. Ia bisa mengendalikan benda-benda yang mengandung metal, dan ia jelas memiliki ilmu sihir yang tinggi.

Tapi jangan lupakan Liam Neeson. Ia adalah Oskar Schindler yang pernah menyelamatkan ribuan Yahudi dari kekejaman Nazi di Schindler's List. Ia adalah Qui-Gon Jinn mentor bagi Obi-Wan Kenobi, salah satu jedi terbaik di jagat Star Wars. Ia adalah Ra's al Ghul, guru bela diri Batman di Batman Begins. Ia adalah sang singa penguasa Narnia. Tidak ketinggalan, ia adalah Zeus.

Bagaimana dengan Morgan Freeman? Well.. Selain menjadi Nelson Mandela di film Invictus, jangan lupa bahwa ia adalah Tuhan di Bruce dan Evan Almighty!

Jadi, siapa akan menang?

Magneto pasti tidak akan lebih hebat daripada Gandalf, so Sir Ian McKellen akan lebih hebat saat menjadi Gandalf. Tapi dibanding Tuhan dan Zeus, nampaknya Gandalf tidak ada apa-apanya. Nampaknya, sulit untuk menentukan siapa pemenang antara Morgan Freeman dan Liam Neeson. Yang satu Tuhan, yang lainnya Zeus. Sepertinya, hasilnya imbang.

...
...
...
...
...

Nope.. Liam Neeson is Qui-Gon Jinn and he has a light saber. So, Liam Neeson wins.


PS: yeaaa.. May the force be with us. :p

Monday, January 21, 2013

Amerikanisasi Lewat Power Ranger

Bagi kalian yang dibesarkan oleh acara tv tahun 1990an, masih ingat serial tv Mighty Morphin' Power Ranger? Saya, entah kenapa, senang sekali menonton serial tv ini. Mungkin karena ada robotnya, atau mungkin karena saya ingin bisa membela kebenaran, atau juga mungkin hanya agar punya bahan obrolan dengan teman-teman lain yang suka menonton acara itu juga.

Tapi itu dulu. Sekarang sih tidak. Sekarang saya malah sering mempertanyakan beberapa hal detil di film tersebut yang, saat ini, membuat saya terganggu. Tentang pewarnaan karakter misalnya. Saya belakangan iseng mellihat hubungan pewarnaan karakter MMPR ini dengan hal lain, seperti lambang Olimpiade.

Lambang Olimpiade

Lambang Olimpiade tersebut nampaknya sedikit banyak berhubungan dengan para karakter di acara MMPR. Konon katanya lambang tersebut menyimbolkan ke lima benua di dunia yang ikut meramaikan Olimpiade; Asia, Eropa, Afrika, Australia, dan Amerika (utara dan selatan).

Nah, Power Ranger di MMPR itu terdiri atas lima karakter utama. Ada Jason, Zack, Billy, Trini, dan Kimberly. Jason adalah ranger Merah si pemimpin ranger. Zack adalah ranger Hitam si kuat, Billy adalah ranger Biru si pintar. Trini adalah ranger Kuning si cepat. Terakhir, Kimberly adalah ranger Pink si sempurna. Tidak ketinggalan, ada juga tambahan Tommy si ranger Hijau yang juga merupakan rival Jason.

Jadi, selain warna pink, semua ranger di sana memiliki warna yang sama dengan rantai simbol Olimpiade. Seperti biasa, analisis iseng saya suka muncul kalau begini. Jadi, bahas satu-satu yuk..



Zack - Ranger Hitam
Zack si ranger hitam diperankan oleh aktor berkulit gelap keturunan Afro-amerika. Hal ini jadi menarik karena konon, cincin berwarna hitam di lambang Olimpiade adalah representasi dari benua Afrika, yang kebanyakan berpenduduk berkulit gelap. Jangan lupa, Zack adalah karakter yang unggul dalam kekuatan fisik dibandingkan teman-teman lainnya, dan terkadang orang berkulit gelap asal Afrika digambarkan seperti itu.

Trini - Ranger Kuning
Trini si ranger kuning diperankan oleh aktris asal Vietnam. Trini digambarkan sebagai perempuan keturunan Asia, benua yang direpresentasikan oleh cincin berwarna kuning pada simbol Olimpiade. Warga Asia, khususnya indochina, juga sering disebut orang berkulit kuning. Trini pun digambarkan sebagai karakter yang gesit dan juga pintar dalam teknologi, seperti stereotip banyak orang AS terhadap orang Asia.

Billy - Ranger Biru
Billy si ranger biru digambarkan sebagai orang yang 'nerd' atau aneh tapi pintar. Jika dihubungkan dengan lambang Olimpiade, warna biru merupakan representasi dari benua Eropa. Agak sulit melihat hubungan antar keduanya, sampai saya menyadari bahwa karakter si ranger biru bernama Bill yang merupakan kependekan dari nama William, nama khas bangsawan Eropa khususnya Inggris. And again.. he is nerd and weird.

Jason - Ranger Merah
Merah pada lambang Olimpiade adalah representasi benua Amerika. Jason si ranger merah adalah si pemimpin ranger yang digambarkan dengan sifat dan fisik yang sempurna. Fisiknya kuat, pintar, cerdas, dan paling berpengaruh di antara ke lima ranger. Well.. cukup jelas, kan?

Tommy - Ranger Hijau
Sedangkan Tommy si ranger hijau digambarkan sebagai salah seorang anak baru dan langsung menjadi rival utama Jason. Tommy digabarkan punya kemampuan yang sama dengan Jason, tapi ya tidak bisa mengalahkan Jason. Well, cincin hijau di lambang Olimpiade konon representasi benua Australia. Australia sendiri terkadang sering disebut mirip dengan AS, namun tidak pernah bisa menyaingi AS. Padahal sebenarnya AS dan Australia itu jauh banget bedanya.

Kimberly - Ranger Pink
Kimberly si ranger pink ini adalah satu-satunya ranger yang warna karakternya tidak ada di lambang Olimpiade. Kimberly adalah seorang cheerleader yang pintar dan cantik. Ia pernah diculik musuh dan mengharuskan temen-temennya untuk menyelamatkannya. Sepertinya, dia itu representasi perempuan AS yang sempurna dan harus dijaga. And one American in an American show is not enough, rite?

***

Kalau melihat secara keseluruhan analisis mengarang bebas saya di atas, terlihat bahwa acara ini sebenarnya adalah gambaran bagaimana orang AS melihat dunia. Bagaimana mereka melihat orang-orang Asia, Afrika, Eropa, Australia, dan orang Amerika sendiri dengan menggambarkannya lewat menempelkan stereotip pada karakter-karakter Power Ranger

Dari acara tersebut saya juga melihat bahwa mereka (AS) mencoba menyampaikan pesan bahwa dunia bisa menjadi lebih baik dengan dukungan seluruh dunia .... kalau dipimpin AS.


PS: Tulisan ini jangan dianggap serius. Karena tulisan ini memang butuh penelitian lebih lanjut. Ini cuma iseng. Kali aja ada yang mau bikin skripsi tentang hal ini, no?

Sunday, January 13, 2013

Bodohnya Dada Rosada

"Kemacetan itu sekarang sudah jadi ikon Bandung. Menariknya Bandung, daya tarik Bandung adalah macetnya. Pendapatan banyak. Sementara orang Bandung pada diam saja di rumah saat banyak tamu yang datang." ~ Dada Rosada
Pernyataan bodoh tersebut keluar dari mulut seorang Wali kota salah satu kota besar di Indonesia, Bandung. Kalimat itu keluar dari seorang pejabat negara yang beberapa bulan lalu baru saja mendapatkan gelar doktor dengan yudisium cum laude atas desertasinya yang berjudul "Implementasi Kebijakan Pembangunan Kota Bandung: Perspektif Pembangunan Berkelanjutan". Kalimat itu dilontarkan oleh orang yang mengijinkan banyak berdirinya hotel dan tempat hiburan baru tanpa memerhatikan tata kota.

Tingkat kemacetan di kota Bandung telah meningkat drastis selama empat tahun ke belakang. Indikatornya, silakan lihat waktu tempuh bus Damri yang berubah drastis. Dari tahun 2008 hingga sekitar tahun 2011 lalu, saya adalah seorang pengguna setia bus Damri. Saat itu, waktu tempuh bus Damri dari terminal Leuwi Panjang ke Ledeng sekitar 45 menit. Saat ini, sekitar 90 menit.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena banyak orang beralih menggunakan kendaraan pribadi bukan alat transportasi massal. Seperti saya. Dengan meningkatnya orang yang menggunakan kendaraan pribadi, dan kecilnya jalan-jalan di kota Bandung, jangan heran kalau kemacetan ini semakin parah setiap tahunnya.

Kemacetan di jalan Otto Iskandar Dinata Bandung (foto: inilah)

Lalu kenapa banyak orang tidak menggunakan alat transportasi massal? Karena alat transportasi massal di Bandung kacrut semua. Kita lihat Damri. Biarpun saya sangat senang menggunakan alat transportasi massal yang satu ini, saya harus mengakui bahwa armada Damri sudah terlalu tua dan tidak nyaman. Selain itu, armada bus Damri sangat lah sedikit dan tidak bisa menampung banyak warga Bandung. juga jadwal keberangkatannya yang kadang tidak tepat waktu menjadi salah satu alasan utama saya meninggalkan alat transportasi ini.

Apa pilihan saya selain bus Damri? Angkot. Sama seperti Damri, angkot sangatlah tidak nyaman. Kendaraannya banyak yang sudah tua. Belum lagi supirnya yang sering ugal-ugalan saat mengemudikan angkot. Angkot juga tidak memiliki jadwal yang pasti dan sering berhenti dalam waktu lama seenak jidat supirnya. Selain itu tarif angkot yang menurut saya terlalu mahal untuk sebuah alat transportasi untuk masyarakat karena diatur oleh swasta.

Selain angkot? Taxi. Langsung saya coret karena taxi di Bandung masih banyak yang nakal dan tidak menggunakan argo. Selain itu juga mahal, apalagi dengan tingkat kemacetan di Bandung sekarang.

Hal itu lah yang membuat saya beralih menggunakan sepeda motor, yang sebenarnya tidak saya sukai. Saya beralih ke sepeda motor untuk menghindari macet guna memangkas waktu tempuh di jalan. Bukan apa-apa, dengan memangkas waktu di jalan, saya jadi memiliki banyak waktu untuk mengerjakan hal lainnya. Hal ini tidak dilakukan oleh saya sendiri, mungkin sekitar jutaan warga Bandung lainnya juga berpikiran sama dengan saya.

Banyak orang beralih ke alat transportasi pribadi karena mereka berpikir alat transportasi pribadi lebih ekonomis dan menghemat waktu. Contohnya, saya harus mengeluarkan uang sebesar Rp8000,- dari Kopo ke Ledeng (rumah ke kampus) dengan menghabiskan waktu sekitar 4 jam perjalanan pulang-pergi. Sedangkan dengan menggunakan motor saya hanya perlu mengisi bensin Rp5000,- untuk pulang pergi Kopo-Ledeng dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan pulang-pergi. Semua orang akan lebih memilih yang kedua. Lebih ekonomis, cepat, dan efisien.

Lalu apa hal yang dilakukan oleh pemkot Bandung untuk mengatasi masalah kemacetan ini? Tidak ada.

Di kota-kota besar dunia, transportasi dikelola oleh pemerintah karena hal tersebut adalah kewajiban pemerintah untuk mengatur hajat hidup orang banyak. Mereka membangun alat transportasi yang paling efisien, cepat, dan memiliki kapasitas yang besar: Kereta dalam kota. Bukan hanya membangun, mereka juga mengelola dan mensubsidi biaya operasional kereta tersebut sehingga biaya transportasi tersebut menjadi terjangkau oleh masyarakat dan masyarakat mau menggunakan alat transportasi tersebut.

Sedangkan di Bandung, APBD dikorupsi habis sehingga tidak cukup untuk membangun alat transportasi massal yang baik. Sebagai jalan keluarnya, mereka menyerahkan pengelolaan transportasi massal kepada pihak swasta. Pengusaha angkot mendatangi dan membayar pemkot untuk membuka trayek. Pihak pengusaha angkot menentukan tarif sendiri. Pemkot hanya perlu menyediakan jalan, tidak perlu membangun infrastruktur apa-apa dan tidak perlu mensubsidi apa-apa. Paling hanya pemeliharaan jalan saja setahun (atau dua-tiga tahun) sekali. Pemkot untung, pengusaha angkot untung, jalanan macet.

Pemkot Bandung belakangan juga lebih memilih untuk membangun jalan tol dalam kota untuk mengatasi kemacetan. Nampak mudah dan dapat mengatasi kemacetan, padahal sebetulnya tidak. Lagi pula ini hanya akal-akalan pemkot saja untuk dapat uang dari proyek tol dalam kota.

Jika tol dalam kota akan dibangun, maka yang untung adalah pemkot karena mendapat jatah dari proyek pembangunan tol, lalu pihak swasta yang menang tender untuk membangun tol, dan para warga kelas atas yang memiliki mobil pribadi. Warga lainnya? Ya silakan macet-macetan di luar tol dalam kota.

Pemkot lebih memilih membangun jalan karena membangun jalan akan lebih menguntungkan bagi mereka. Dengan membangun jalan, mereka hanya akan mengeluarkan biaya membangun jalan saja, sisanya bisa dikorupsi. Mereka tidak perlu membuat alat transportasi karena nanti akan ada pihak swasta yang datang minta buka trayek. Mereka tidak perlu mensubsidi apapun. Biaya pemeliharaan mobil pribadi ditanggung oleh pemiliknya sendiri. Bensin ditanggung oleh pemilik mobil sendiri.

Lain halnya jika pemkot membangun jalur kereta dalam kota. Mereka harus membuat infrastrukturnya. Mereka harus menanggung biaya operasional keretanya. Mereka harus mensubsidi tarif kereta untuk rakyat. Untuk ini, mereka rugi dan mereka tidak mau rugi.

Maka pemkot lebih memilih membangun jalan karena bagi pemkot, membangun jalan itu lebih hemat. Pemkot dapat pemasukan dari pajak kendaraan. Juga biaya operasional transportasi ditanggung oleh rakyat sendiri.

Lalu bagaimana seharusnya solusi untuk mengatasi macet di Bandung?
1). Batalkan proyek kereta gantung karena tidak efektif sebagai alat transportasi.
2). Bangun alat transportasi massal kereta dalam kota. Dananya dari mana? Dari dana pembangunan tol dalam kota. Masa bikin jalan tol bisa tapi bikin jalur kereta enggak bisa? Lagi pula, Bandung tidak perlu membangun ini sendirian. Ajak juga pemprov Jabar, pemkot Cimahi, Pemkab Bandung, dan Pemkab Bandung Barat. Karena penduduk mereka juga banyak yang beraktivitas di Bandung.
3). Benahi struktur transportasi yang sudah ada. Perbaiki fungsi taxi dan benahi sistem bus Damri. Perbanyak halte bus dan buat jalur bus seperti di Jakarta sehingga bus hanya akan menaikkan dan menurunkan penumpang di halte saja. Simple-nya, benahi TMB dan fungsikan seperti TransJakarta.
4). Angkot sebaiknya hanya menjadi angkutan pinggiran kota saja dan sarana pendukung dari pinggir kota ke tempat transportasi yang terintegrasi. Mengingat transportasi di kota sudah diambil bisa diatasi oleh kereta, bus, dan taxi.
5). Integrasikan semuanya. Terminal-Halte-Stasiun-Bandara semuanya harus saling terintegrasi sehingga  memudahkan mobilisasi masyarakat.
6). Perbaiki sarana pejalan kaki.

Selama solusi-solusi di atas belum terealisasi, masyarakat Bandung masih akan terus beralih ke kendaraan pribadi. Selama solusi-solusi di atas hanya menjadi sebuah wacana, lambat laun jalanan akan mengalami overkapasitas yang menimbulkan kemacetan.

Sulit diwujudkan? Memang. Tapi bukan tidak mungkin. Semua hal di atas bisa terjadi kalau isi otak pemkot bukan hanya berisi uang tapi untuk mengabdi pada warga. Selain itu pihak eksekutif harus membuat undang-undang yang pro-rakyat untuk masalah transportasi ini, bukan pro-pengusaha swasta. Pemkot harus berhemat dan berhenti korupsi, lumayan uangnya bisa untuk nambah-nambah membangun jalur kereta dalam kota. Dan warga, taat bayar pajak.

***

Saya heran kenapa Dada Rosada bisa nampak begitu senang warga Bandung lebih memilih diam di rumah dari pada beraktivitas di kota. Bukankah kota yang sehat adalah kota yang warganya aktif beraktivitas di luar rumah? Bukankah jika warga lebih memilih untuk diam di rumah berarti kota tersebut adalah kota sakit yang bobrok dan hancur?

Jadi, jelas lah mengapa saya sebut pernyataan Dada Rosada di atas adalah pernyataan bodoh. Peryataan tersebut bodoh karena macet bukanlah ikon Kota Bandung seperti yang ia katakan. Namun macet adalah ikon dari bodohnya kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemkot Bandung, yang dipimpin oleh Dada Rosada.

Saya mempertanyakan gelar doktor cum laude yang dia dapat.


PS: Soal solusi yang saya sebutkan, mari kita diskusikan kembali. Itu hanyalah pandangan saya yang awam akan sistem transportasi kota namun terkesan dengan sistem transportasi di kota-kota besar di dunia. Setahu saya, solusi yang saya sebutkan diimplementasikan di beberapa kota besar di dunia (kecuali bagian angkot).

Tuesday, January 8, 2013

Kaneron Pictures

Sebagai seorang yang gemar menonton film, saya merasa beruntung bahwa teman-teman di sekitar saya juga sama gemarnya terhadap film. Mereka bukan hanya gemar menonton, mereka bahkan juga membahas ide dan hal di balik film-film yang ada.

Belakangan, mereka tidak hanya sampai di sana. Mereka juga ikut membuat film-film pendek. Kami dahulu memang sering membuat beberapa video untuk meramaikan acara himpunan jurusan di kampus. Namun beberapa bulan ke belakang, mereka membuat proyek-proyek film pendek yang serius untuk diikutsertakan pada festival-festival film.

Melalui sebuah rumah produksi baru @KaneronPictures, mereka telah membuat dua film pendek dan beberapa proyek film pendek lainnya sedang dalam tahap pembuatan. Inilah dua buah film karya Kaneron Pictures:

1. Mr. Postman






Mr. Postman berkisah tentang Parmin, seorang pemuda tuna wicara yang bekerja di sebuah kantor pos yang, di era modern seperti sekarang, telah mulai ditinggalkan pelanggannya. Namun, di tengah mudahnya menyampaikan informasi di jaman sekarang, masih ada saja orang yang menggunakan jasa tukang pos seperti Parmin.

Film ini telah diikutkan ke dalam kompetisi film pendek Festival Piala Maya 2012 dan menjadi salah satu finalisnya. Selain itu, film ini juga telah ditayangkan oleh SAE Institute Jakarta di FX mall Jakarta pada ajang tersebut.

Judul: Mr. Postman
Genre: Drama
Tanggal Rilis Perdana: 30 Oktober 2012
Produser: Lalitya Putri Noorulya
Produksi: Kaneron Pictures

Sutradara: Arief Budiman
Penulis: Desti Ilmianti Saleh, Lalitya Putri Noorulya, Rendy Dyonata
Pengarah Musik: Meizar Ahmad Assiry
Pemain: Kunto Adhi Prasetya, Yana Maliyana, Erika Khairunnisa, Rifqy Rayhani, Desti Ilmianti Saleh


2. Man with Flower





Man with Flower adalah film drama dengan sudut pandang yang berbeda. Film ini bercerita tentang kisah kasih sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang jatuh cinta. Pada suatu waktu sang lelaki berjanji untuk memberikan sesuatu kepada kekasihnya untuk menggambarkan rasa cintanya.


Sama seperti Mr. Postman, Man with Flower juga diikutsertakan pada sebuah kompetisi film pendek. Film ini menarik karena benar-benar menggambarkan sebuah drama dari sudut pandang yang tidak biasa.


Judul: Man with Flower
Genre: Drama
Tanggal Rilis Perdana: 12 Desember 2012
Produser: Lalitya Putri Noorulya
Produksi: Kaneron Pictures

Sutradara: Dhea Restu Pradhana
Penulis: Dhea Restu Pradhana
Pengarah Musik: Meizar Ahmad Assiry
Pemain: Yana Maliyana, Rahajeng Herningtyas Woro Utami



***

Dari teman-teman saya ini lah saya belajar bahwa tidak ada yang salah dalam menikmati suatu hal. Namun akan lebih menyenangkan bila kita tidak hanya menikmati, tapi juga membuat hal tersebut. :)


PS: Naskah buatan saya telah diterima @KaneronPictures dan katanya akan mulai digarap Februari ini. Mohon doanya ya. :D

Sunday, January 6, 2013

Best Movies 2012

Sesuai janji saya di postingan sebelumnya, sekarang saya akan mencoba menuliskan lima film tahun 2012 terbaik yang pernah saya tonton versi saya pribadi. Ini dia kelima judulnya:

1. The Dark Knight Rises

Christoper Nolan, Johnathan Nolan, dan Hans Zimmer. Nama-nama mereka sebenarnya sudah menjelaskan kenapa film ini saya simpan di nomor pertama. Duet kakak beradik Nolan dalam meramu ide cerita serta dukungan scoring musik memukau dari Zimmer membuat film ini sempurna. Ditambah pula dengan nama-nama pemain terkenal seperti Christian Bale, Tom Hardy, Anne Hathaway, Sir Michael Caine, Morgan Freeman, Gary Oldman, Marion Cotillard, dan Joseph Gordon-Levitt menjadikan film ini adalah film yang paling saya tunggu tahun 2012. Penantian saya terbayar dengan sebuah sajian yang luar biasa. Meskipun saya sangat antusias untuk menonton film ini, saya sempat ragu film ini menandingi film Batman sebelumnya, The Dark Knight, yang menurut saya adalah film Batman terbaik sepanjang masa. Namun ternyata saya salah, film ini memberikan sajian cerita dan gambar sesempurna The Dark Knight. Ya, The Dark Knight Rises telah menutup trilogi Batman versi Nolan dengan sangat sempurna.

"We take Gotham from the corrupt! The rich! The oppressors of generations who have kept you down with myths of opportunity. And we give it to you, the people. Gotham is yours! None shall interfere, do as you please. But start by storming Blackgate and freeing the oppressed! Step forward, those who would serve. For an army will be raised. The powerful will be ripped from their decadent nest. And cast out into the cold world that we know and endure. Courts will be convened. Spoiled will be enjoyed! Blood will be shed. The police will survive, as they learn to serve justice. This great city, it will endure. Gotham will survive." ~ Bane


2. Life of Pi

Saya tahu bahwa film ini adalah film adaptasi novel. Untungnya, saya belum pernah membaca novelnya. Maka dari itu, saat saya menonton filmnya, saya merasa takjub dengan ceritanya. Film ini sukses mengajarkan saya bahwa meragukan Tuhan adalah sesuatu yang percuma karena Tuhan ada dan menunjukkan keberadaannya melalui segala hal di sekitar kita. Selain itu, bagi saya, film ini adalah film dengan sinematografi terindah yang pernah saya tonton. Jadi, sama seperti keberadaan Tuhan, kehebatan Sutradara asal Taiwan, Ang Lee, memang tidak perlu diragukan lagi.

"I suppose in the end, the whole of life becomes an act of letting go, but what always hurts the most is not taking a moment to say goodbye." ~ Pi Patel


3. The Cabin in the Woods

Tagline film ini adalah: You think you know the story. Yup.. saat saya akan menonton film horror ini, saya kira saya juga bisa menebak jalan cerita film tersebut; sekelompok anak muda pergi berlibur ke suatu tempat namun kemudian ada hal-hal aneh yang akhirnya membunuh mereka semua.. atau paling tidak salah satunya selamat. Salah! Film ini adalah film dengan twist yang luar biasa mengasyikan. Kita, sebagai penonton bahkan ikut berperan dalam film ini. Film yang ternyata merupakan sebuah satir yang ditujukan bagi film-flm horror porno ini siap menggelitik imajinasi kita. You think you know the story? No, you're not!


"This is all most unpleasant. I know you can hear me. I hope you'll listen. You won't get out of this complex alive. What I want you to try to understand is that you mustn't. Your deaths will avert countless others. You've seen horrible things: an army of nightmare creatures. And they are real. But they are nothing compared to what lies beneath us. There is a greater good, and for that you must be sacrificed. Forgive us.. and let us end it quickly." ~ The Director


4. Looper
Bagi saya, film mengenai time-traveller selalu menarik untuk ditonton. Looper adalah salah satu yang terbaik karena memberikan ide cerita yang luar biasa. Joseph Gordon-Levitt dan Bruce Willis yang berperan sebagai karakter yang sama tapi dari jaman yang berbeda, bermain dengan sangat baik. Film science fiction ini bercerita mengenai seorang algojo yang ditugaskan untuk mengeksekusi terhukum mati dari masa depan yang di lempar ke masa-nya. Terlihat sebagai pekerjaan pembunuh bayaran biasa, namun coba bayangkan bagaimana jika salah seorang pembunuh bayaran tersebut mengetahui bahwa ia harus membunuh dirinya sendiri yang dikirim dari masa depan? Wicked.

"I don't want to talk about time travel because if we start talking about it then we're going to be here all day talking about it, making diagrams with straws." ~ Old Joe


5. The Avengers

Superhero-superhero terbaik bergabung menjadi satu untuk menyelamatkan dunia. Satu kata: Keren. Sutradara Joss Whedon benar-benar mengetahui apa yang penonton ingin lihat jika pahlawan-pahlawan super itu bergabung bersama. Ia juga berhasil memadukan karakter-karakter superhero yang unik tersebut menjadi sebuah tontonan yang padu. Komposisi cerita menarik yang juga berisi joke-joke segar menjadikan film ini menjadi salah satu film paling menyenangkan untuk ditonton tahun 2012. Tidak aneh kalau film ini menjadi film paling laris ke-3 sepanjang masa di seluruh dunia, di bawah Avatar (2009) dan Titanic (1997).

"In the end, it will be every man for himself..." ~ Loki


***

Itulah kelima film terbaik tahun 2012 versi saya pribadi. Sebenarnya ada beberapa film tahun 2012 yang ingin saya tonton namun terlambat (atau bahkan tidak akan(?)) tayang di Indonesia. Film-film yang digembor-gemborkan sebagai kandidat peraih Piala Oscar seperti Argo, Les Miserables, Lincoln, Zero Dark Thirty, Silver Linings Playbook, The Master, dan Cloud Atlas masih belum sempat saya tonton karena hal tersebut. Padahal, jika film-film tersebut dirilis tepat waktu di Indonesia, mungkin daftar ini akan berubah total. Who knows?

PS: Ayo berbagi film terbaik 2012 versi kalian. :D

Saturday, January 5, 2013

Film Bioskop Terbaik 2012


   
Poster film The Dark Knight Rises dan Life of Pi


Selama 2012, saya mungkin telah menonton ratusan film. Baik itu menonton di bioskop maupun menonton hasil unduhan. Film hasil unduhan yang saya tonton bermacam-macam genre mulai dari film aksi hingga komedi, juga dari bermacam-macam negara mulai dari Hollywood hingga Bollywood. Sulit untuk menghitungnya karena saya lupa mana yang saya tonton pada 2012 mana yang saya tonton pada tahun sebelumnya.

Namun, keisengan saya menyimpan tiket bioskop membuat saya dapat mengingat apa saja film yang saya tonton di bioskop tahun lalu. Pada 2012, saya telah menonton di bioskop sebanyak 28 kali untuk menonton 27 judul film yang berbeda (Saya nonton The Dark Knight Rises dua kali di bioskop).

Inilah ke-27 judul film yang saya tonton di bioskop tahun 2012, sekalian saya tambahkan juga penilaian saya pribadi mengenai film tersebut:

1). New Years Eve - (2/5)
2). Paranormal Activity 3 - (3.5/5)
3). The Iron Lady - (3.5/5)
4). Chronicle - (3/5)
5). The Ides of March - (4/5)
6). Negeri 5 Menara - (1/5)
7). Hugo - (4/5)
8). The Raid - (4/5)
9). Sanubari Jakarta - (2.5/5)
10). The Avengers - (4.5/5)
11). Prometheus - (2.5/5)
12). Brave - (3/5)
13). The Amazing Spiderman - (4/5)
14). The Dark Knight Rises - (5/5)
15). The Expendables 2 - (3/5)
16). Perahu Kertas - (2/5)
17). Seven Something - (3/5)
18). The Cabin in the Woods - (4/5)
19). Taken 2 - (2.5/5)
20). Perahu Kertas 2 - (1.5/5)
21). Premium Rush (3.5/5)
22). Ted (3.5/5)
23). Skyfall (3/5)
24). Paranormal Activity 4 (2/5)
25). Life of Pi (5/5)
26). The Hobbit: An Unexpected Journey (4.5/5)
27). 5cm (3.5/5)

Selain itu, saya melewatkan beberapa film bagus yang juga tayang di bioskop tahun 2012. Saya melewatkan film seperti The Hunger Games (3.5/5) dan juga Looper (4/5) yang akhirnya saya tonton lewat komputer saya.

Well, itulah daftar film yang saya tonton di bioskop plus dua judul film keren yang saya tonton lewat komputer. Kalau film terbaik 2012 yang kalian tonton?

PS: mungkin nanti saya akan tulis film terbaik tahun 2012 versi saya. Baik yang ditonton di bioskop, maupun yang lewat komputer. 

Thursday, January 3, 2013

Pesan Terakhir

30 Oktober 2012 | 06.42 PM
  
Aku terbangun. Ternyata tadi aku tertidur selama satu jam. Mungkin karena keletihan akibat kegiatan di kampus tadi siang setelah kuliah. Memang belakangan kegiatan di kampus sangat padat. Apalagi mendekati akhir semester seperti sekarang ini.

Aku beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke meja belajarku. Handphone-ku ternyata mati selama aku tidur karena kehabisan baterai. Aku berjalan mengambil charger untuk menyalakan handphone-ku. Lampu di handphone-ku hanya berkedip sekali dan kemudian mati kembali. Ahh.. smartphone. Terkadang aku merasa bahwa handphone jaman dahulu lebih smart daripada handphone jaman sekarang. Untuk menyalakannya saja, handphone saat ini butuh waktu lama.

Akhirnya aku tinggalkan saja handphone itu lalu mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi. 

Tok.. tok.. tok.. Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu depan. Dengan bermalasan aku melempar handukku ke atas tempat tidur dan keluar kamar untuk melihat siapa tamu yang datang.

Sebelum aku membuka pintu aku sempatkan untuk mengitip ke luar dari jendela samping. Tidak terlalu terlihat dengan jelas siapa yang ada di depan pintu itu. Bahkan tampaknya tidak ada orang. Tapi, aku tetap membukanya untuk memastikan.

"Hai.." sapanya saat aku membuka pintu. Aku terkejut. Seorang laki-laki tinggi mengenakan kaos dipadu celana jins dan memakai kupluk merah ada di hadapanku. Ia adalah lelaki yang selama ini aku idamkan. Entah apa yang membawanya kemari.

"Ha.. hai.." balasku gugup. Aku melihat ke arah luar mencari tahu dengan siapa ia datang. Aku lega karena ia datang sendiri. Biasanya, kalau aku melihatnya, ia pasti sedang bersama dengan kekasihnya. Tapi, aku juga biasanya bersama dengan kekasihku sih.

"Maaf.. mengganggu. Datang enggak kasih kabar dulu," ujarnya. "Enggak lagi sibuk, kan?"

"Ehh.. Enggak kok. Enggak ganggu," jawabku masih terkejut akan kedatangannya. "Ayo masuk. Maaf ya berantakan. Mau minum apa?"

"Enggak usah repot-repot. Saya juga cuma sebentar kok," ujarnya sambil berjalan ke sofa tunggal terdekat. "Ada yang mau saya omongin."

Sepertinya ada hal serius yang mau ia bicarakan. "Minum aja enggak buat repot kok. Sebentar ya saya ambil minum dulu," ujarku sambil berjalan ke arah dapur.

Aku berjalan ke arah dapur dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, aku takut kalau kedatangannya diketahui oleh kekasihku. Bisa gawat nih kalau kekasihku tahu ia datang berkunjung ke rumahku. Namun di sisi lain, aku senang ia datang karena aku sejak dulu ingin menghabiskan waktu bersamanya. Walau cuma sebentar.

Aku mengambil dua botol air mineral dari dalam kulkas dan berjalan kembali ke ruang tamu. Di depan kamar aku melihat handphone-ku telah nyala dan bergetar karena ada yg menelepon. Ahh.. siapa ya? Apa kekasihku? Ahh.. kalau gitu nanti saja aku mencari tahu siapa yang meneleponku. Karena jika memang benar telepon itu dari kekasihku, aku akan merasa bersalah karena menghabiskan waktu bersama lelaki di ruang tamu itu.

Aku berjalan ke ruang tamu membawa dua botol air mineral tanpa memedulikan dering handphone-ku di kamar. Lelaki itu tersenyum kepadaku. Ahh.. Senyum yang dari dulu aku idamkan. Aku menaruh botol minuman tersebut di meja dan duduk di sofa di depannya.

"Langsung dari kampus? Apa dari mana dulu?" tanyaku padanya membuka percakapan.

"Iya. Langsung dari kampus," jawabnya dengan senyum menawannya. "Tadi ada acara, jadi pulangnya belakangan. Kamu tadi keluar kelas jam berapa?"

"Saya tadi keluar kelas jam tiga. Tapi tadi ke perpus dulu sebentar kembalikan buku," jawabku sambil membuka botol minumku. "Kok tumben mampir ke sini? Lagi kebetulan lewat sekitar sini?"

"Enggak sih. Ada yang ingin saya bilang ke kamu," jawabnya sambil menatapku dengan tatapan khasnya.

"Ada apa memang? Kok kayaknya serius banget." tanyaku sambil tersenyum tidak bisa menahan rasa 'salah tingkah' karena ia menatap mataku dalam-dalam.

"Iya. Saya sayang kamu."

Di kamar, Handphone-ku terus berdering.

***

30 Oktober 2012 | 06.02 PM

Sepasang lelaki dan perempuan yang sedang asyik saling memadu cinta bersama di atas tempat tidur mewah berukuran besar. Saling melenguh akan nikmat yang diberikan pasangannya. Suara erotis keduanya memenuhi ruangan ini. Sentuhan-sentuhan mereka seakan memuaskan dahaga pasangannya akan kenikmatan duniawi.

Layar komputer di depanku terus menayangkan sepasang lelaki dan perempuan itu. Aku menontonnya sambil beberapa kali menyeka keringat dan menelan ludah. Ohh.. Ini benar-benar momen privasi untuk diriku sendiri untuk melepas penat dari kehidupan di kampus yang kadang membuat kepalaku serasa mau pecah.

Sebenarnya, aku jarang menonton video mesum seperti ini. Biasanya aku asyik menghabiskan waktu di dunia maya untuk menghilangkan stress. Karena hanya lewat Internet lah kadang teman-teman kampusku menghubungiku dan saling bertukar cerita. Namun kali ini, hubungan Internet di kosanku mati sejak aku pulang tadi. Alhasil.. Aku tidak tahu apa yang terjadi di luar kosanku saat ini.

Handphone? Ahh.. handphone-ku rusak sejak tiga minggu lalu. Jadi, ya hanya Internet lah yang jadi alat komunikasiku saat ini.

Sang perempuan dan lelaki di dalam video tersebut melenguh keras dimakan nikmat seakan lupa pada dunia saat mengejar puncak kenikmatannya.

Tok.. tok.. tok.. Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari luar pintu kosanku. Sial.. sedang asyik begini ada saja yang mengganggu. Aku tutup video di komputerku dan berjalan ke arah pintu. Aku intip jendela samping pintu untuk melihat siapa yang datang. Tapi aku tidak bisa melihat siapa orang yang mengganggu keasyikanku. Malahan tampaknya tidak ada siapa-siapa. Tapi aku tetap membuka pintu itu untuk memastikan.

"Hai, bro!" ujar sahabatku saat aku membuka pintu. Sial. Ternyata dia yang mengganggu momen privasiku.

"Sial. Gue kira siapa. Taunya malah elu yang dateng," ujarku sambil meninju bahunya. Ia hanya terkekeh sambil membetulkan letak kupluk merah di kepalanya. Aku lalu mempersilakannya masuk. 

"Ngapain lu kesini? Gue kira tadi elu jalan sama cewek lu," tanyaku heran.

"Iya. Tadi sempet nganter cewek gue dulu," jawabnya. "Pengen ngobrol aja. Siapa tau aja elu kangen sama gue," jawabnya sambil tertawa.

"Najis.. ehh.. klo mau minum ngambil sendiri aja ya.." jawabku sambil menyalakan rokok. "Ehh.. tadi gue liat gebetan elu di perpus kampus. Makin cakep ya.."

"Iya. Udah punya cowok tuh tapi," ujarnya sambil matanya menerawang ke langit-langit kosanku. Sebenarnya aku tahu bahwa dulu ia memang punya rasa ke wanita itu. Tapi entah mengapa ia malah memilih wanita lain untuk menjadi kekasihnya.

"Ya elu juga udah punya cewek. Tapi masih aja ngegebet cewek orang," godaku sebelum menghisap rokok dan merasakan racun tersebut mengisi paru-paruku sebelum kuhembuskan ke udara.

"Gue sayang dia lebih dulu sebelum gue sayang ke cewek gue. Gue juga enggak tau kenapa gue malah milih cewek gue yang sekarang," jelasnya masih sambil menerawang langit-langit kosanku.

"Salah banget sih lu. Enggak kasian sama cewek lu itu perasaan elu dibagi-bagi begitu?"

"Sayang gue ke cewek gue itu enggak dibagi-bagi. Gue sayang sama cewek gue secara penuh, tapi gue juga sayang ke dia secara penuh juga," kali ini ia menatapku. Ia terlihat serius. Aku menghisap rokokku.

"Gue enggak ngerti. Jadi elu sayang kedua orang secara bersamaan gitu? Apa mungkin?" tanyaku bingung.

"Iya. Gue sayang sama mereka berdua. Memang keliatannya enggak mungkin. Tapi, itu yang gue rasain. Sekarang gue tau, menyayangi dua orang secara bersamaan itu mungkin. Banyak orang bilang itu tidak mungkin hanya karena mereka tidak mau menyakiti perasaan salah satunya," matanya kali ini melihat ke luar jendela kosan. Seakan sedang melihat kedua perempuan kesayangannya di sana. "Yang membedakan cuma takdir. Biarpun kita bisa menyayangi dua orang secara bersamaan, cuma satu yang ditakdirkan untuk bersama kita selamanya."

"Atau mungkin tidak ditakdirkan bersama dua-duanya," ujarku menambahkan. Ia mengangguk setuju.

Ia benar. Aku pernah merasakannya. Aku pernah menyayangi dua orang sekaligus. Hanya saja aku tidak berani untuk mengakuinya. Aku takut mengingkari rasaku pada kekasihku saat itu. Namun takdir berkata lain. Kekasihku saat itu tidak ditakdirkan bersamaku untuk selamanya, ia pergi meninggalkanku untuk mengejar rasanya pada lelaki lain. Mungkin dirinya juga menyayangi dua orang pada saat bersamaan. Sepertiku.

"Sebenernya, itu yang mau gue omongin," ucapnya lagi, menyadarkanku dari lamunan. "Gue enggak mau rasa ini gue simpen gitu aja. Gue pengen bilang ini ke dia. Apa salah kalau gue pengen mengungkapkan perasaan ini ke dia?"

Aku terdiam sejenak sebelum berkomentar. Aku mengingat dulu aku menyesal tidak mengutarakan rasa sayangku kepada salah satu perempuan yang aku sayangi hanya karena aku tidak ingin mengakui rasa itu. Aku ingin menyangkalnya. Kali ini, aku tidak ingin sahabatku ini merasakan rasa sesal yang sama denganku.

"Ya elu bilang aja. Bilang aja kalau elu sayang dia. Enggak salah kok. Daripada nyesel belakangan. Bilang sayang itu bukan perbuatan dosa, kalau dipendam cuma bakal bikin luka," saranku padanya.

"Iya. Rencananya juga gue mau bilang ke dia. Cuma biar dia tahu, bahwa sebenernya gue juga sayang dia selain cewek gue," jawabnya.

"Saran gue cuma elu jangan terlalu berharap dia sayang balik ke elu. Lagi pula, merusak hubungan orang lain itu enggak baik," tambahku padanya. Rokokku habis. Aku menyulut lagi batang baru.

"Enggak. Gue enggak akan berharap. Semuanya udah terlambat," ia berdiri dan berjalan ke arah pintu. Tampaknya ia akan pergi. "Yang penting dia tau apa yang gue rasa. Itu cukup."

Aku hembuskan asap rokokku dan mengantarnya berjalan ke pintu. Ada rasa yang tidak biasa saat aku mengantarkannya ke pintu itu. Aku merasa mengantarkannya ke sebuah kehidupan yang baru. Yah.. mungkin hidupnya yang baru karena setelah ini salah satu wanita lain yang ia sayangi akan mengetahui isi hatinya.

"Thanks, ya.. kalau nggak tanya elu dulu, mungkin gue bakal bawa rasa ini sampai ke dalam kubur karena enggak berani ngomong." ujarnya sambil membenarkan letak kupluknya.

"Iya. Good luck, bro. Bilang aja supaya enggak nyesel. Daripada dipendem sampe mati." candaku sebelum dia pergi.

Ia hanya tersenyum.

***

30 Oktober 2012 | 05:12 PM

"Kita ketemu di lobby aja ya. Saya sebentar lagi sampe," ujarnya di ujung telepon. Aku sedang berjalan di lorong kampus setelah keluar kelas. Setelah telepon dari kekasihku itu ditutup, aku langsung berjalan menuju lobby.

"Kamu kok tadi di kelas enggak kayak biasanya?" ujar laki-laki yang tiba-tiba ikut berjalan di sebelahku. Aku gugup. Dirinya tampak menawan dengan jaket kulitnya. Ahh.. semua wanita juga pasti akan terpesona akan sosoknya. Lagi pula, teman sekelasku ini baik hati dan ramah ke semua orang. Diam-diam aku menyimpan rasa kepadanya.

"Tadi aku memang ngantuk aja. Lagian ada-ada aja mindahin jam kuliah ke sore-sore gini," ujarku bohong. Sebenarnya, tadi aku tidak bisa berkonsentrasi di kelas karena aku memikirkan rasa di hatiku. Hatiku yang sebenarnya dimiliki oleh kekasihku dan lelaki di sebelahku ini.

Aku suda lama mengenalnya. Sejak awal kuliah di sini, ia selalu ada di setiap hari kegiatan kampusku. Mungkin, rasa ini ada karena terbiasa bertemu dengannya. Bisa jadi juga karena sikapnya yang selalu baik kepadaku.

Namun belakangan aku mengetahui bahwa dirinya sedang dekat dengan wanita lain. Hal itu membuat diriku merasa kehilangan. Aku tahu bahwa diriku harusnya tidak merasa kehilangan, karena toh aku sudah memiliki seorang lelaki yang juga aku sayangi sepertinya. Apa iya aku menyayangi dua orang secara bersamaan?

"Saya ke kantin dulu ya. Mau ikut?" ujarnya saat kami telah sampai di lobby.

"Ummm.. Kayaknya enggak. Tadi saya udah ada janji di sini," tolakku setengah hati. Sebenarnya aku ingin sekedar ngobrol sebentar bersamanya. Bertukar cerita dan tawa seperti sepasang kekasih. Namun, aku tidak mau mengingkari rasa sayangku kepada kekasihku.

Ia mengangguk paham dan kemudian berjalan ke arah kantin meninggalkanku. Ia tidak memaksa mungkin karena ia tahu aku akan dijemput oleh kekasihku. Ingin rasanya aku mengejarnya dan menyatakan isi hatiku. Tapi, mungkin lain waktu saja aku mengungkapkannya.

Aku berjalan ke arah salah satu bangku di pinggir lobby dan menunggu kekasihku. Tidak ada sepuluh detik, aku sudah bisa menangkap sosoknya yang tinggi dengan menggunakan mengenakan kaos oblong dipadu celana jins dan memakai kupluk merah memasuki lobby dan berjalan ke arahku. Ia tepat waktu.

"Hei.. udah lama?" tanyanya kepadaku.

"Belum kok. Baru banget duduk," jawabku. "Langsung pergi sekarang?" tanyaku sambil berdiri. Ia hanya mengangguk dan berjalan sambil menggandeng tanganku. Seketika rasa nyaman berada bersamanya muncul saat tangannya menggenggam tanganku. Ini hanya salah satu dari banyak alasan mengapa aku menyayanginya.

Kami berjalan menuju mobilnya yang diparkir di samping gedung kampus. Ia membukakan pintu untukku. Ahh.. salah satu alasan lainnya mengapa aku menyayanginya. Ia memerlakukanku seakan hanya aku lah wanita yang ia sayangi.

Aku masuk dan menaruh tas di kursi belakang. Namun, ia tidak langsung masuk ke mobil. Ternyata ia menyapa salah satu sahabatnya yang tinggal di sebuah kamar kos tidak jauh dari kampus. Kekasihku melambaikan tangan dan membuka pintu mobil. Sahabatnya juga melambaikan tangan sambil satu tangan lainnya memegang batang rokok yang tampaknya tidak henti-hentinya ia hisap. Ia lalu berbalik pergi dan berjalan ke arah perpustakaan kampus.

Kekasihku kemudian mulai melajukan mobilnya keluar dari kampus. Aku menanyakan hal-hal kecil mengenai apa saja yang ia lakukan hari ini, apakah menyenangkan atau tidak, dan lain lain. Ia juga menanyakan hal yang sama kepadaku. 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya adalah hal yang sepele untuk ditanyakan. Tapi, menanyakan hal kecil merupakan bentuk kepedulian kita akan seseorang. Apalagi seorang kekasih seperti dirinya. Ia tidak pernah bosan akan pertanyaan kecil tersebut. Ini juga salah satu alasan mengapa aku menyayanginya. Karena dengan begitu, ia peduli kepadaku.

Aku melihat sepasang kekasih sedang bercengkrama di sebuah cafe di pinggir jalan. Hal itu mengingatkanku akan seseorang lelaki yang saat ini sedang berada di kantin kampus sana. Ahh.. kalau saja aku tadi menerima ajakannya,  mungkin saat ini dirinya sudah mengetahui rasa di hatiku. Tapi, tidak mungkin juga aku mengingkari janjiku dengan kekasihku yang sebenarnya. 

Tampaknya hidup mempersilakanku untuk menyayangi dua orang secara bersamaan, tapi takdir mengharuskanku untuk hidup bersama salah satunya saja.

Aku tersadar dari lamunanku saat mobil berhenti di sebuah perempatan besar tidak jauh dari tempat tinggalku. Mobil kami berhenti tidak lama karena beberapa detik kemudian lampu lalu lintas berubah hijau. Mobil berjalan pelan melintasi perempatan tersebut. Namun kejadian berikutnya terasa sangat cepat.

Tiba-tiba sebuah truk menerobos lampu lalu lintas dan datang dengan kecepatan tinggi dari arah samping kanan mobil yang kami tumpangi. Suara keras klakson truk tersebut mengejutkan kami yang sadar bahwa waktu kami untuk hidup di dunia ini tidak akan lama lagi.

Suara hantaman truk tersebut dengan mobil kami memekakkan telinga. Kepalaku terbentur ke jendela samping dan dashboard yang ada di depanku. Aku sempat melihat kepala kekasihku yang mengenakan kupluk merah berayun-ayun tidak terkendali dan membentur apa saja yang menghalanginya.

Pecahan kaca berserakan. Tubuh bagian kananku mati rasa. Mobil kami terpelanting menyamping dan terguling. Aku menggenggam tangan kekasihku, mengharap rasa nyaman. Ia tidak balas menggenggam tanganku. Aku tidak tahu kemana ia pergi, namun yang aku tahu pasti, aku tidak akan melepaskannya.

Kepalaku menghantam jendela samping mobil dengan kerasnya. Jendela itu pecah. Hidupku berakhir. 

Sebelum aku menutup mata untuk untuk selamanya, aku sadar bahwa aku ingin pergi ke kantin kampus. Karena aku tidak ingin rasa ini kupendam tanpa kusampaikan. Aku ingin menyampaikan pesan terakhirku.


Giggle Box Setiabudi, Bandung
17 Desember 2012
07.45 PM