Thursday, October 14, 2010

Pinggir Jendela: Cinta = Masuk Jurang

Udah pada baca novel Jomblo nya Adhitya Mulya? Gue udah baca nih novel berkali-kali. Tapi udah selama setaun setengah kemaren suasana (baca: status) tidak sesuai dengan judul novel, jadi udah lama ga baca (ga enak aja baca jomblo tapi ga jomblo, susah ketawa, yang ada malah ke sindir sendiri ntarnya). Tapi sekarang situasinya udah sama dengan judul novel (baca: jomblo). Jadi gue memutuskan untuk baca buku ini lagi.

Novel yang bagus dari penulis yang bagus pula. Kental akan komedi, tapi sarat akan romansa.


Cuman mau berbagi aja sama kalian semua, bagian ini bukan gue tulis dari bagian ceritanya, tapi dari prakata sang penulis.



"Cinta, salah satu kata yang penuh makna.Cinta adalah satu-satunya yang dapat memberikan rasa paling beragam dalam kosa kata bahasa Indonesia. Cinta dapat menghasilkan perasaan 'ingin masuk jurang' atau perasaan 'ingin memasukkan seseorang kedalam jurang'. Cinta, abstraksi yang mampu membuat orang 'berlari menggapainya' atau 'berlari darinya'."



Di buku ini juga, ada dialog yang mau gak mau emang harus diakui kebenarannya.



Agus melanjutkan analisisnya akan wanita yang lebih rumit dari thesis ilmuwan pembuat roket.
"Wanita punya absolutisme menyeleksi. Dari alasan yang solid seperti: 'Agamanya kurang kuat' sampai alasan yang paling pikaseubeuleun (meyebalkan), 'Orangnya sih baik, tapi sayang bau kelek', mereka punya hak atas ituh. Setelah ituh sang wanita melanjutkan kehidupannya dengan tralala-lala sementara si pria hancur berkeping-keping di pinggir dunianya yang porak poranda. Wanitalah yang memutuskan,
'Oke, elu boleh kenalan sama guah' ketika kitah berkenalan dengan mereka. Wanitalah yang memutuskan,
'Oke, elu boleh jadi pacar guah' ketika kitah menyatakan cinta pada mereka."




Masih banyak dialog-dialog kayak diatas. Sebenernya miris juga buat di ketawain. Soalnya waktu ketawa otomatis ngetawain diri sendiri. Tapi bisa jadi bahan introspeksi lah.

notes Facebook, June 10, 2009 at 2:40pm